DetikNews
Sabtu 02 Februari 2019, 21:48 WIB

BPN Prabowo soal Punah Sendiri: Jokowi Kerja Aja, Tak Usah Nyindir!

Elza Astari Retaduari - detikNews
BPN Prabowo soal Punah Sendiri: Jokowi Kerja Aja, Tak Usah Nyindir! Ahmad Riza Patria (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo seolah menyindir Prabowo Subianto karena menyinggung soal negara bubar dan punah. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menepis Jokowi dengan memintanya fokus kerja di sisa waktu jabatan sebagai presiden.

"Kita paham Pak Jokowi bisanya nyindir-nyindir aja. Bisanya nyindir-nyindir terus. Pak Jokowi penguasa, punya aparat, punya uang, PNS, TNI/Polri. Sudah, kerja saja. Nggak usah nyindir-nyindir," ungkap juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria, kepada wartawan, Sabtu (2/2/2019).

Jokowi berbicara tentang pihak yang menyebut negara akan bubar dan punah saat berkampanye di Semarang, Jawa Tengah, hari ini. Soal negara akan bubar dan punah memang sempat disampaikan Prabowo.


Prabowo menyatakan adanya prediksi Indonesia bisa bubar pada 2030 berdasarkan novel fiksi karangan PW Singer dan August Cole. Kemudian soal Indonesia bisa punah disampaikan Prabowo dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra pada akhir 2018. Di hadapan para kader Gerindra dan elite timses Prabowo-Sandiaga, ia menyatakan pihaknya tidak boleh kalah di pilpres kali ini. Sebab, menurutnya, elite yang berkuasa di Indonesia selalu gagal menjalankan amanah rakyat yang justru membuat negara bisa punah.

Riza pun menegaskan pernyataan Prabowo sudah melalui kajian. Ia menyebut eks Danjen Kopassus itu tak asal bicara karena sudah banyak membaca referensi.

"Itu bedanya yang baca buku banyak sama yang baca komik. Pak Prabowo baca buku banyak sebagai referensi. Itu artinya bukan Indonesia bubar, tapi jika pemerintah atau penguasa salah mengelola negara, itu akan menyulut. Makanya pemerintah tidak boleh salah kelola, tidak boleh tidak adil, tebang pilih," kata Riza.


Politikus Gerindra ini lalu mencontohkan sejumlah negara yang bubar karena salahnya pengelolaan. Mulai dari Uni Soviet, Yugoslavia, Serbia, hingga beberapa negara di Timur Tengah.

"Kan sudah ada contohnya di dunia, siapa yang sangka Uni Soviet bubar, negara kuat, kaya, adidaya di dunia, kok bisa bubar. Apalagi Indonesia negara besar, plural. Adat, suku banyak, wilayah yang berpulau-pulau. Kalau dari sisi itu, tentu kita harus lebih hati-hati. Negara daratan saja bubar, apalagi negara kepulauan yang bisa lepas," tuturnya.

Riza lalu berbicara tentang Timor Timur yang sudah lepas dari Indonesia. Ia menyinggung mengenai kepentingan asing yang ingin menguasai sumber daya alam Indonesia.

"Timtim sudah hilang. Ada asing yang ingin ambil sumber daya alam kita. OPM belum bisa diberantas. Kemudian Aceh juga gitu, belum RMS dan lain-lain. Ada kepentingan asing yang ingin kuasai Indonesia. Jangan sangka asing nggak ada kepentingan. Apalagi Indonesia dengan latar belakang tadi," urai Riza.


Anggota DPR itu membela pernyataan-pernyataan Prabowo yang menjadi kontroversi. Riza mengatakan tak ada yang salah dengan pandangan atau pendapat capres nomor urut 02 tersebut.

"Sesuatu yang biasa saja yang disampaikan Pak Prabowo tidak ada yang salah. Orang pintar memikirkan tidak cuma yang baik saja, tapi yang terjelek juga diantisipasi. Apalagi Pak Prabowo latar belakang militer, banyak sekolah di luar negeri," sebutnya.

"Dulu '92 ekonomi kita bagus, dipuji-puji asing, eh tahun '98 krisis. Siapa yang sangka? Lebih baik kita hati-hati, saling koreksi," tambah Riza.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi melempar sindiran kepada Prabowo saat berkampanye. Meski tak menyebut nama Ketum Gerindra itu, dia mengungkit isu yang dilontarkan oleh Prabowo.

"Masa ada yang bilang Indonesia bubar dan Indonesia punah? Ya bubar sendiri saja, punah sendiri saja. Tapi jangan ngajak-ngajak kita, rakyat Indonesia," kata Jokowi dalam silaturahmi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di MG Setos, Semarang, Sabtu (2/2).


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed