detikNews
2019/02/01 22:56:33 WIB

Jejak Kasus Buni Yani dari Edit Video Ahok hingga Dibui 1,5 Tahun

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jejak Kasus Buni Yani dari Edit Video Ahok hingga Dibui 1,5 Tahun Buni Yani (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Jalan panjang proses hukum Buni Yani berakhir sudah. Buni Yani dieksekusi 1,5 tahun penjara atas kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) setelah permohonan kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA).

Eksekusi Buni Yani diputuskan setelah penolakan kasasi yang diketuk pada 22 November 2018. MA memutuskan Buni Yani tetap dihukum 18 bulan penjara.

Atas putusan MA, Buni Yani mengaku akan kooperatif mengikuti proses hukum yang telah ditetapkan. Namun Buni Yani berencana mengajukan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan kasasi. Buni Yani meminta eksekusi ditangguhkan karena dalam putusan kasasi MA tidak ada perintah penahanan dalam amar putusan kasasi.

Berikut rangkaian proses hukum Buni Yani:

23 November 2016

Ditkrimsus Polda Metro Jaya menetapkan Buni Yani sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE. Buni Yani diduga menyunting video Ahok soal Al-Maidah 51 sehingga menimbulkan kegaduhan. Polisi menilai status Buni Yani di Facebook dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan.

5 Desember 2016

Tak terima dirinya menjadi tersangka, Buni Yani mengajukan gugatan praperadilan. Dia merasa dikriminalisasi atas status tersangkanya dalam kasus dugaan penyebaran informasi yang mengandung rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA sebagaimana Pasal 28 Ayat (2) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

13 Desember 2016

Sidang perdana praperadilan dipimpin oleh hakim tunggal Sutiyono, yang digelar pada Selasa, 13 Desember 2016. Agenda sidang ini merupakan pembacaan surat permohonan praperadilan.

"Sidang akan dipimpin hakim tunggal Sutiyono dengan agenda pembacaan surat permohonan praperadilan," ujar pejabat Humas PN Jakarta Selatan Made Sutrisna saat dihubungi detikcom, Senin (12/12/2016) malam.


21 Desember 2016


Hakim tunggal Setiyono menolak permohonan praperadilan yang diajukan Buni Yani. Penetapan tersangka oleh polisi dinilai telah sah dan sesuai dengan prosedur.


10 April 2017

Buni Yani, tersangka kasus Undang-Undang ITE, dilimpahkan tahap kedua ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Namun, karena alasan efisiensi, proses tahap kedua Buni Yani dilakukan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok.

Sebelum diserahkan kepada Kejari Depok, Buni Yani melakukan pemeriksaan kesehatan di Mapolda Metro Jaya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com