DetikNews
Jumat 01 Februari 2019, 12:52 WIB

Jokowi ke Menteri PUPR: Segera Restorasi Benteng Pendem Van den Bosch

Ray Jordan - detikNews
Jokowi ke Menteri PUPR: Segera Restorasi Benteng Pendem Van den Bosch Foto: Presiden Jokowi di Benteng Pendem Ngawi. (Ray Jordan/detikcom)
Ngawi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Benteng Pendem Van den Bosch di Ngawi, Jawa Timur. Jokowi memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk merestorasi bangunan bersejarah itu.

"Kita melihat karena tahun ini akan segera kita restorasi sehingga peninggalan-peninggalan ini harus kita rawat. Warisan pusaka seperti ini, heritage seperti ini, memang harus dijaga dan dipelihara," kata Jokowi di Benteng Pemdem Van den Bosch, Ngawi, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019).


Jokowi mengatakan restorasi (perbaikan) benteng itu dilakukan mulai tahun ini. "Tahun ini langsung dikerjakan oleh Kementerian PU. Tadi sudah langsung saya telepon dan sudah siap," katanya.

Jokowi menekankan bangunan bersejarah seperti Banteng Pendem ini memang harus dilestarikan dan dirawat. Apalagi bangunan bersejarah ini potensial menarik wisawatan.

"Iya, ini kan wisata warisan-warisan pusaka. Heritage itu sangat menarik," katanya.

Jokowi juga menargetkan, restorasi benteng itu bisa selesai dalam masa dua tahun. Para pakar bangunan sejarah dan purbakala, kata Jokowi, juga sudah banyak yang menganalisa bangunan tersebut.

"Dua tahun insyaallah rampung. Karena untuk merestorasi bangunan seperti ini ada kaidah-kaidah kepurbakalaan yang harus diikuti. Tidak bisa cepat-cepat kayak bangun bangunan yang lain," katanya.

"Yang penting didampingi dari ahli-ahli purbakala. Ini jago-jagonya sudah banyak mengenai merestorasi dan merevitalisasi," tambah Jokowi.


Dalam kunjungannya ke Benteng Pendem tersebut, Jokowi juga sempat membeli beberapa hasil usaha masyarakat Ngawi. Di antaranya kopi dan beras organik.

"Tadi saya melihat ada kopi yang enak sekali. Saya lupa tadi harganya berapa, tapi saya kira murah. Itu kalau di daerah murah-murah, enak-enak. Habis. Tadi juga ada beras merah putih organik. Mahal memang, Rp27.000 per kilo. Ada lagi yang lebih mahal, Rp75.000, tadi beras singkong. Lebih mahal lagi, tapi tanpa glukosa. Ini bagus untuk kesehatan. Saya beli semua tadi, saya mau coba," kata Jokowi.


(jor/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed