detikNews
Kamis 31 Januari 2019, 09:33 WIB

Buron Korupsi Rumput Laut Rp 2,7 M Dibekuk Kejaksaan Malut

Indra Komara - detikNews
Buron Korupsi Rumput Laut Rp 2,7 M Dibekuk Kejaksaan Malut Candra Kipu, terpidana kasus korupsi proyek rumput laut di Kabupaten Morotai. (Dok. Kejaksaan Tinggi Maluku Utara)
Morotai - Pelarian terpidana kasus korupsi proyek rumput laut di Kabupaten Morotai berakhir. Kemarin, Kejaksaan Tinggi Maluku Utara berhasil menangkap buron bernama Candra Kipu itu.

"Sebagai kerja sama, Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara baru saja berhasil mengamankan buron pelaku kejahatan asal Maluku Utara (Malut) atas nama Candra Kipu," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Mukri dalam keterangan tertulis, Kamis (31/1/2019).

Candra merupakan terpidana kasus korupsi proyek rumput laut tahun 2009. Kasus tersebut merugikan negara sekitar Rp 2,7 miliar.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 928 K/PID.SUS/2012 tanggal 13 Juni 2012, Candra dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp 200 juta. Dia juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 2,7 miliar.

"Terpidana Candra Kipu diamankan sekitar pukul 18.35 Wita di Desa Tolondadu 2, Kecamatan Bolang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Proses pengamanan berlangsung lancar dan yang bersangkutan bersikap kooperatif," tuturnya.

Buron Korupsi Rumput Laut Rp 2,7 M Dibekuk Kejaksaan MalutFoto: Dok. Kejaksaan Tinggi Maluku Utara

Mukri mengungkapkan, Candra bersikap kooperatif saat dibekuk. "Saat ini Tim Kejaksaan dan terpidana sedang dalam perjalanan menuju Kejari Kotamobagu, Sulawesi Utara," ujar Mukri.

Untuk diketahui, pada 2019 ini, Kejaksaan kembali mencanangkan program tabur 31.1. Program ini merupakan upaya Kejaksaan untuk meningkatkan optimalisasi penangkapan buronan pelaku kejahatan dalam rangka penuntasan perkara baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus.

Ditetapkan target bagi 31 Kejaksaan Tinggi yang ada di seluruh Indonesia, yaitu minimal satu kegiatan pengamanan terhadap buron kejahatan untuk setiap triwulan. Melalui program Tabur 31.1 diharapkan dapat menyampaikan pesan kuat bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan.
(mae/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com