DetikNews
Selasa 29 Januari 2019, 17:35 WIB

Banyak Warga Terkena DBD, JK: Cucu Saya Kena Juga

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Banyak Warga Terkena DBD, JK: Cucu Saya Kena Juga Wapres Jusuf Kalla (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta masyarakat ikut turun tangan mencegah demam berdarah dengue (DBD). JK menyebut cucunya juga terkena DBD.

"Pertama pencegahan. Itu kan juga masyarakat, bukan hanya pemerintah (yang mencegah)," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019). JK ditanya terkait maraknya penyakit DBD di daerah.


JK mengatakan warga perlu aktif mencegah karena DBD dapat menimpa siapa saja. Bahkan, selain cucu, adik JK juga kena DBD.

"Termasuk cucu saya kena. Cucu, adik kena juga. Jadi ini tidak pilih-pilih. Jangan menjamin cucu wapres (tidak terkena DBD)," ujarnya.

Masyarakat, dikatakan JK, harus ikut mencegah munculnya DBD. Seperti genangan air dan selokan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti yang membawa penyakit DBD.

"Karena itu sumbernya. Tempat-tempat yang rawan, sampah-sampah. Justru masyarakat yang harus mencegah itu, pemerintah tentu menyiapkan fasilitas pengobatannya," imbuhnya.

JK pun memastikan pelayanan sejumlah rumah sakit untuk penderita DBD sudah baik.

Sejumlah masyarakat di daerah terkena DBD, bahkan sampai ada yang meninggal dunia. Selama dua bulan terakhir, jumlah penderita demam berdarah di Maros, Sulawesi Selatan, meningkat drastis. Dari 20 orang di bulan Desember 2018 naik menjadi 61 orang selama Januari 2019.


Di Kota Bandung, kasus demam berdarah juga meningkat. Hingga 28 Januari 2019, tercatat sudah ada 137 kasus yang terjadi di hampir seluruh wilayah.

Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, penderita DBD selama Januari ini mencapai 39 orang. Lima di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, 3 warga Sumatera Selatan meninggal akibat DBD. "Kasus DBD dari Januari ini sudah cukup tinggi, di mana 395 kasus ditemukan dan 3 orang meninggal dunia. Namun sejauh ini belum ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Lesty Nuraini kepada wartawan, Selasa (29/1).
(nvl/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed