detikNews
Senin 28 Januari 2019, 16:17 WIB

Sidang Dagang Perkara PN Jakpus

Alasan Istri Nurhadi Simpan Sobekan Perkara di Baju Tidur

Zunita Putri - detikNews
Alasan Istri Nurhadi Simpan Sobekan Perkara di Baju Tidur Ilustrasi (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuradia, menceritakan alasannya mengambil sobekan dokumen perkara yang sudah disobek dan dibuang suaminya ke dalam tempat sampah. Apa alasannya?

"Iya karena (tempat sampah) itu sudah penuh dengan botol dan sisa air buangan. Basah, jadi saya ambil," ucap Tin saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019).




Tin mengaku tidak tahu sobekan dokumen apa yang diambilnya itu. Namun dia merujuk pada keterangan suaminya.

"Menurut cerita Pak Nurhadi adalah fotokopi putusan Bank Danamon," kata Tin.

Apa yang diperbuatnya itu menurut Tin terjadi sebelum tim KPK melakukan penggeledahan di rumahnya. Dia mengaku sempat ingin membuangnya tetapi tim KPK keburu sampai di kediamannya itu.

"Nah pada malam penggeledahan itu saya ingin buang lalu saya letakkan di dua saku baju tidur," ujar Tin.

Namun jaksa heran dengan perilaku Tin itu. Jaksa pun menanyakan apakah tindakan Tin itu sebagai sebuah kebiasaan atau tidak.

"Anda sering melakukan hal tersebut, ada sampah lalu dimasukkan ke kantong untuk dibuang?" tanya jaksa.

"Tidak, saya hanya refleks, karena gini saya bangun tidur, loh kenapa kok banyak sampah," katanya.




Suami Tin, Nurhadi, dalam persidangan sebelumnya sudah mengakui telah merobek dokumen itu dan membuangnya ke tempat sampah. Dia mengaku tidak tahu tentang istrinya yang mengantongi dokumen yang sudah dirobek dan dibuangnya itu.

Dalam persidangan ini duduk sebagai terdakwa adalah Eddy Sindoro. Dia disebut sebagai mantan Presiden Komisaris Lippo Group yang didakwa menyuap mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Edy Nasution.

Nurhadi dipanggil sebagai saksi dalam perkara ini karena disebut pernah menelepon Edy Nasution terkait perkara yang jadi latar belakang suap tersebut. Sampai saat ini Nurhadi masih berstatus sebagai saksi.
(zap/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com