DetikNews
Kamis 24 Januari 2019, 17:40 WIB

Buku PKI di Kediri, Polri: Belum Tahu Ada Pidananya atau Tidak

Audrey Santoso - detikNews
Buku PKI di Kediri, Polri: Belum Tahu Ada Pidananya atau Tidak Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Nur Azizah/detikcom)
Jakarta - Polri mengatakan belum berkomunikasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait penyitaan ratusan buku yang dinilai mengandung unsur komunisme di Kediri, Jawa Timur. Polisi juga mengaku belum tahu ada atau tidak unsur pidana dalam konten buku tersebut.

"Belum (berkomunikasi dengan Kejagung). Apakah ada unsur pidananya atau tidak kan belum tahu juga kami," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019).


Dedi menjelaskan buku-buku tersebut sedang diperiksa Kejagung dan jika ditemukan tindak pidana, Kejagung akan berkoordinasi dengan Polri untuk langkah penegakan hukumnya.

"Nanti apabila Kejaksaan Agung dengan timnya itu, kan Kejaksaan Agung juga punya ahli, kalau misalnya nanti ada pelanggaran pidananya terkait masalah penyebaran paham komunis baru nanti Kejaksaan Agung merekomendasikan ke kepolisian untuk melakukan proses penyidikan," jelas Dedi.

Dedi menyampaikan pihaknya sangat jarang melakukan razia soal buka diduga berkonten komunisme itu. Biasanya, TNI yang dikedepankan.

"Polri itu jarang sekali razia-razia apalagi melakukan upaya paksa berupa penyitaan kepada buku-buku seperti itu. Kan yang lebih dikedepankan TNI," terang Dedi.

Jaksa Agung M Prasetyo sebelumnya bicara mengenai penyitaan ratusan buku yang mengandung unsur komunisme di Kediri. Menurut Prasetyo, razia diperlukan jika memang buku-buku tersebut memuat ajaran komunisme.

"Mungkin perlu dilakukan razia kalau memang nyata-nyata buku berkonten komunis PKI dan perampasan di manapun buku itu disimpan dan berada," ujar Prasetyo dalam rapat bersama Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1).


Prasetyo mengatakan buku-buku berbau komunisme telah diserahkan TNI ke Kejaksaan. Buku-buku sitaan tersebut akan dikaji oleh tim clearing house.

Sebelumnya, Selasa (25/12) lalu, sekitar 160 buku dengan berbagai judul yang diduga mengandung ajaran komunis diamankan dari sebuah toko buku di Pare, Kabupaten Kediri.


(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed