DetikNews
Kamis 24 Januari 2019, 06:23 WIB

5 Fakta Mengerikan Pemerkosaan dan Pembakaran Inah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
5 Fakta Mengerikan Pemerkosaan dan Pembakaran Inah Foto: 4 Pelaku pembunuh Inah ditangkap (Raja-detikcom)
Jakarta - Malang nian nasib Inah Antimurti (20). Perempuan janda satu anak ini diperkosa lalu dibakar mayatnya gegara utang piutang.

Mayat Inah awalnya ditemukan warga sekitar di Desa Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Palembang pada Minggu 20 Januari 2019. Saat ditemukan, kondisinya tidak utuh lagi karena dibakar. Inah sebelumnya dikabarkan hilang dan tak bisa dihubungi lagi sejak Sabtu 19 Januari 2019 malam.

Ada jeratan kawat di leher dan tangan. Sedangkan barang bukti berupa anting dan jam tangan turut ditemukan polisi dari tubuh mayat tersebut. Selain itu, polisi menyita sebuah mobil pikap BG-9207-NH yang digunakan untuk membawa korban dan bekas spring bed berwarna krem.

Usut punya usut, polisi akhirnya menangkap empat dari lima orang yang diduga pelaku pembunuhan sadis ini berinisial FB (16), YG (16), Abdul Malik (21), dan Feriyanto (25). Sedangkan pelaku bernama Asri masih diburu polisi.


Berikut fakta pemerkosaan dan pembunuhan Inah:

4 Pelaku Ditangkap, 1 Orang Buron

Polisi menangkap pelaku pembunuhan Inah FB (16), YG (16), Abdul Malik (21), dan Feriyanto (25). Seluruh pelaku merupakan warga Talang-Taling, Gelumbang, Muaraenim. 1 Pelaku bernama Asri masih diburu polisi dan diduga otak pembunuhan.

"Ada empat pelaku yang sudah ditangkap. Nanti dirilis sama Kapolda siang," terang Kasubdit III AKBP Yudhi Suhariadi saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/1/2019).

Para pelaku menjalani pemeriksaan di Unit I, Subdit III Jatanras.

Pelaku Pesta Sabu Sebelum Bunuh Inah

Empat pelaku mengaku ikut terlibat membunuh Inah. Sebelum melakukan aksi kejinya, mereka sempat mengonsumsi sabu.

"Kami semua sempat pakai sabu, kami diajak oleh Asri (DPO). Setelah pakai itu, baru Asri membunuh Inah dan kami ikut diajak buang mayatnya," kata salah satu pelaku, Abdul Malik, di Mapolda Sumsel, Rabu (23/1/2019).

Meskipun masih bungkam, Abdul Malik mengaku sudah sering mengonsumsi sabu bersama Asri, yang disebut-sebut sebagai otak pelaku. Bahkan Abdul Malik digratiskan sabu malam itu hanya untuk membantu mengeksekusi korban.

"Biasanya saya bayar Rp 50 ribu, khusus untuk malam itu dikasih gratis oleh Asri. Jadi tidak diminta bayaran, tapi diminta bantu untuk membuang mayat," katanya.


Dibunuh karena Utang

Inah diduga dibunuh karena terbelit utang. Namun polisi belum mengetahui berapa jumlah utang Inah hingga nasibnya nahas seperti ini.

"Motifnya karena utang. Mereka sempat pesta sabu, setelah itu korban diperkosa dan dibunuh," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain saat jumpa pers di RS Bhayangkara, Rabu (23/1/2019).

Pembunuhan itu, lanjut Zulkarnain, dilakukan di rumah kontrakan Asri (30), yang berada di jalan lintas Prabumulih-Indralaya. Bahkan Asri disebut sebagai otak pelaku pembunuhan.

Inah Juga Diperkosa Bergilir

Polisi menyebut korban sempat diperkosa pelaku sebelum dibunuh. Parahnya lagi, pelaku memperkosa Inah yang kondisinya sudah tidak bernyawa.

"Otak pelakunya Asri, masih DPO. Jadi dia pakai sabu dan diperkosa. Setelah selesai, baru korban dibunuh karena si korban punya utang," ujar Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain saat jumpa pers di RS Bhayangkara, Rabu (23/1/2019).


Pernyataan Zulkarnain pun diakui oleh pelaku, Abdul Malik (21). Bahkan Malik mengaku sempat memperkosa korban setelah tewas. "Ada suara 'tolong-tolong' dan langsung dipukul pakai kayu sampai mati," kata pria pengangguran tersebut.

Mayat Inah Dibakar

Inah dibunuh dan mayatnya dibakar pelaku. Seorang pelaku, Abdul Malik, mengaku diminta Asri memasukkan Inah ke karung dalam kondisi telanjang bulat. Bahkan karena tidak muat, Inah pun diikat dengan kawat.

"Itu kan nggak muat dimasukkan dalam karung, jadi kami ikat. Kalau yang bakar itu Asri sendiri sama si Fery, saya nggak ikut," imbuh Malik, yang kedua betisnya ditembak polisi.
(aan/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed