detikNews
Rabu 23 Januari 2019, 18:48 WIB

40,5% Pendukung ke Jokowi, PD Bicara Strategi SBY Menangkan Prabowo

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
40,5% Pendukung ke Jokowi, PD Bicara Strategi SBY Menangkan Prabowo Roy Suryo (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrat (PD) langsung berstrategi setelah melihat hasil survei terakhir Indikator yang menyebutkan 40,5 persen konstituennya mengalihkan suaranya atau split ticket voting ke Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. PD menyinggung strategi politik dua kaki.

"Nanti kita berharap memang mendekati 17 April akan semakin kecil splitnya dan meski pun kami tidak bisa mengatakan bahwa ada 1-2 partai di sebelah PKPI, itu bisa 100 persen, jadi splitnya nol, kemudian PSI juga bisa 98 persen. Karena memang sejak awal Demokrat sempat disampaikan kita memberi kebebasan kepada anggota Partai Demokrat untuk menentukan pilihannya. Makanya waktu itu kita menyebut dengan dua kaki, itu satu kaki kita menangkan pileg dan satu kaki memenangkan pilpres," kata Waketum Partai Demokrat Roy Suryo di kantor Indikator, Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2019).




Roy mengklaim persentase split voters dari Demokrat telah jauh mengalami penurunan. Hal tersebut menurutnya tak lepas dari peran sang Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terjun langsung mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ini membuktikan kalau kami menunjukkan loyalitas kami, karena yang dulu kami bebaskan sekarang sudah terlihat dengan turunnya Pak SBY itu membuat dukungan terhadap paslon 02 (Prabowo-Sandi) semakin terasa. Itu bukti sangat besar pengaruh dari ketum kami terutama di internal Partai Demokrat," ucap Roy.

"Jadi dulu ketika awal deklarasi Demokrat kan dikatakan 50-50, ada yang memilih 01 dan sebagian memilih 02, apalagi waktu itu kita juga, Pak SBY belum turun langsung. Sekarang beliau terjun langsung, alhamdulillah membawa perubahan yang signifikan," imbuhnya.

Meskipun demikian, eks Menteri Pemuda dan Olahraga ini menyebut Demokrat tetap akan mengutamakan pemenangan partai. Pasalnya, ia menyadari Demokrat tidak akan mendapatkan efek ekor jas (coattail effect) dari Prabowo-Sandiaga.

"Iya, kami harus mengatakan begitu (mengutamakan partai). Maka berkali-kali kami mengatakan kami memainkan politik dua kaki. Dua kaki itu memang karena ini pileg dan pilpres, jadi kita harus realistis menonjolkan itu juga," ujarnya.

"Karena kami tidak memiliki calon dari Demokrat maka kita harus mengatakan kalau kita tidak bisa berharap ada coattail effect, efek ekor jas tidak mungkin kita dapatkan karena jelas yang mendapatkan hanya 2 partai, yaitu partai yang sama-sama mengusung presiden. Maka kita harus memenangkan pilegnya karena kita tahu bahwa insyaallah dengan kader-kader Demokrat di seluruh Indonesia akan tetep alhamdullilah tetap dicintai oleh masyarakat dan mengalami kenaikan persentase yang ada," pungkas Roy.




Lembaga survei Indikator merilis hasil survei terkait pemilih dari parpol yang memberikan suara kepada pasangan calon yang bukan diusung partainya (split ticket voting). Hasilnya, pemilih PPP, Berkarya, dan Partai Demokrat (PD) paling banyak yang split voters.

Survei dilakukan pada 16-26 Desember 2018 terhadap 1.220 responden. Populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut ini persentase konstituen partai Koalisi Indonesia Kerja yang memilih Prabowo-Sandi:

PDIP: 6,0 persen
Partai Golkar: 31,2 persen
PKB: 27,0 persen
Partai NasDem: 27,8 persen
PPP: 43,2 persen
Partai Hanura: 39,6 persen
Partai Perindo: 27,9 persen
PSI: 8,1 persen
PKPI: 0,0 persen

Berikut ini persentase konstituen partai Koalisi Indonesia Adil Makmur yang memilih Jokowi-Ma'ruf:

Partai Gerindra: 14,1 persen
PKS: 21,1 persen
PAN: 26,0 persen
Partai Demokrat: 40,5 persen
Partai Berkarya: 42,1 persen

'Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu'


(azr/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com