DetikNews
Rabu 23 Januari 2019, 10:43 WIB

Di Forum DK PBB, RI Dorong Proses Perdamaian Palestina-Israel

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Di Forum DK PBB, RI Dorong Proses Perdamaian Palestina-Israel Menlu Retno di Forum DK PBB (Dok. Kemlu)
New York - Indonesia mendorong masuknya Palestina menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB memberikan perhatian penuh pada penyelesaian isu Palestina.

"Saya sengaja hadir pada pertemuan Dewan Keamanan PBB ini, untuk menegaskan dukungan penuh Indonesia atas perjuangan Palestina," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan tertulis, Rabu (23/1/2019).

"Merupakan hak alami dan hak hukum Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB," imbuhnya.


Hal itu disampaikan Retno dalam Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai situasi di Timur Tengah, di New York, AS, Selasa (22/1) kemarin. Retno mengatakan, meski perjalanan menuju kemerdekaan dan keanggotaan PBB bergejolak, hal itu tidak akan melemahkan upaya Palestina dan masyarakat internasional untuk memenuhi hak Palestina.

"Keberhasilan menyelesaikan isu Palestina akan menentukan kredibilitas dan kepercayaan komunitas internasional terhadap Dewan Keamanan PBB," tegas Menlu Retno.

Ada tiga poin terkait isu Palestina yang disampaikan Retno dalam forum DK PBB. Pertama, pentingnya semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dan semua resolusi PBB terkait serta tidak mengambil langkah-langkah provokatif.

"Berbagai kekerasan dan pelanggaran terhadap hukum internasional harus segera dihentikan. (Kemudian) Pembangunan permukiman ilegal oleh Israel segera dihentikan. Pembangunan permukiman ilegal secara moral dan hukum salah sehingga harus segera dihentikan," katanya.

Kedua, Retno menilai pentingnya suatu proses perdamaian penyelesaian konflik Palestina-Israel memiliki legitimasi. Dalam hal ini, dia menegaskan pentingnya proses perdamaian mematuhi parameter internasional yang telah disepakati dan yang mendapat dukungan mekanisme multilateral.

"Indonesia menegaskan Two-State Solution merupakan satu-satunya jalan untuk memajukan proses perdamaian Palestina dan Israel," ujar Retno.

Poin ketiga, terkait krisis kemanusiaan yang dialami Palestina. Retno mengatakan blokade Israel di Gaza, yang telah berlangsung selama 11 tahun dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan, harus segera dihentikan.

"Mengapresiasi negara-negara anggota PBB yang telah mendukung UNRWA (United Nations Relief and Works Agency) untuk mengatasi defisit keuangan yang dialaminya, dan membantu mengatasi masalah kemanusiaan di Gaza. Indonesia telah meningkatkan kontribusinya kepada UNRWA dan akan terus tingkatkan bantuan kemanusiaan kepada Palestina," jelas Menlu RI.


Tidak hanya membawa isu Palestina, dalam debat terbuka DK PBB, Retno juga membahas konflik di Suriah dan Yaman. Pemerintah Indonesia mendorong penyelesaian konflik melalui solusi politik yang damai dan inklusif.

"Pentingnya peningkatan peran PBB dalam memfasilitasi upaya rekonsiliasi nasional di kedua negara tersebut," katanya.

Debat Terbuka DK PBB ini merupakan pertemuan pertama yang dihadiri oleh Menlu Retno sejak Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK pada 1 Januari 2019. Dalam debat itu, Retno juga menyerukan agar semua pihak untuk menahan diri dari tindakan kekerasan dan terus bekerja untuk memajukan proses perdamaian dan menghidupkan kembali semangat multilateralisme.
(mae/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed