detikNews
Sabtu 19 Januari 2019, 00:05 WIB

Banjir Bandang Terjang Sebuah Desa di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Banjir Bandang Terjang Sebuah Desa di Mojokerto Banjir bandang di Mojokerto. (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Banjir bandang menerjang Dusun Watusari, Desa Wotanmas Jedong, Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Material lumpur bercampur batu dan pepohonan memutus jalan desa dan merusak empat rumah. Selain itu, truk dan ternak milik warga ikut terseret.

Pantauan detikcom di lokasi, material lumpur, bebatuan besar, dan pepohonan yang tumbang menutup jalan Watusari menuju ke Dusun Jedong, Desa Wotanmas Jedong. Panjang jalan yang tertutup material longsor ini sekitar 30 meter.



Jalan paving block selebar 3 meter tak lagi tampak karena tertutup material longsor. Selain itu, sebuah jembatan sepanjang 8 meter tertimbun material batu, lumpur, dan pepohonan.

Sebuah dump truck milik Samsul Arif (29), warga Watusari, terguling akibat terseret banjir bandang. Truk tersebut sebelumnya diparkir di tepi jalan sekitar 10 meter dari titik tergulingnya saat ini.

Banjir bandang juga menerjang teras rumah Legini tepat di sebelah selatan jembatan. Teras rumah ambruk sebagian. Lumpur masuk rumah setinggi selutut orang dewasa. Sedangkan rumah Kamin, yang berada tepat di sebelah kanan rumah Legini, lantai terasnya tertutup lumpur dengan ketebalan sekitar 5 cm.

"Ada empat rumah yang kena lumpur, rumah Legini, Kamin, Sunamah, dan Anis. Lumpur di rumah Sunamah dan Anis masuk ke dalam rumah sampai selutut," kata Us Satria (32), salah seorang warga Watusari, kepada detikcom di lokasi, Jumat (18/1/2019).

Anggota Linmas Desa Wotanmas Jedong, Misnan (60), mengatakan, sebelum banjir bandang terjadi, hujan deras mengguyur Desa Wotanmas Jedong dan sekitarnya sejak pukul 17.30 WIB. Sekitar pukul 18.30 WIB, banjir bandang menerjang. Material batu, pepohonan, dan lumpur datang dari lereng Gunung Penanggungan.

"Suara gemuruh sangat kencang dari arah banjir bandang. Batu campur pepohonan dan lumpur," ungkapnya.

Gemuruh material longsor membuat warga Watusari panik. Terjangan banjir bandang ini terjadi sekitar 30 menit lamanya.

Selain memutus jalan desa, banjir menghanyutkan sebuah kandang kambing milik Legini. Tujuh ekor kambing hanyut terseret aliran sungai tepat di sebelah kanan rumah korban. Dari jumlah itu, 2 kambing ditemukan hidup, 1 mati, sedangkan 4 lainnya hilang.

"Alhamdulillah pemilik rumah selamat," terangnya.

Hingga pukul 22.45 WIB, warga masih memadati lokasi banjir bandang. Warga yang rumahnya terdampak tampak melakukan pembersihan dengan alat seadanya.
(bag/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com