DetikNews
Jumat 18 Januari 2019, 13:57 WIB

4 'Serangan' Prabowo ke Jokowi di Debat Pilpres Perdana

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
4 Serangan Prabowo ke Jokowi di Debat Pilpres Perdana Foto: ABC Australia
Jakarta - Prabowo Subianto melontarkan sejumlah serangan ke Jokowi di debat Pilpres perdana. Apa saja?

Arena debat Pilpres perdana di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/2019) malam diwarnai dengan perdebatan Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pada sejumlah hal. Jokowi melontarkan sejumlah 'serangan' tajam mulai dari caleg eks koruptor sampai menyinggung hoax Ratna Sarumpaet.



Prabowo juga melontarkan sejumlah serangan ke Jokowi. Berikut pernyataan-pernyataan keras Prabowo ke Jokowi di debat Pilpres perdana:


1. Menteri Tidak Akur

Prabowo melontarkan pernyataan cukup keras, menyebut sejumlah menteri Jokowi tidak akur. "Pak Jokowi yang saya hormati, bahwa di antara menteri-menteri bapak berseberangan, ada yang katakan ketersediaan beras cukup, tapi ada yang impor beras," tanya Prabowo dalam Adu Gagasan Capres Cawapres di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Menanggapi itu, Jokowi pun mengatakan, perbedaan itu merupakan dinamika. Bahkan, Jokowi memberi izin para menterinya untuk berdebat.

"Kalau ada perbedaan saya kira dalam dinamika, di rapat-rapat debat saya dengarkan ada yang mau impor atau tidak impor, tapi kalau diputuskan ya harus dijalankan," terang Jokowi.


2. Gaji Pejabat Kecil

Prabowo menyebut banyak kasus korupsi salah satunya karena gaji pejabat kecil. Jika terpilih jadi Presiden, Prabowo menegaskan akan menaikkan gaji pejabat, sampai polisi, hakim dan jaksa.

"Seorang gubernur gajinya Rp 8 juta, kemudian mengelola Provinsi Jateng yang lebih besar dari Malaysia, kemudian mengelola APBD yang besar, jadi ini hal yang tidak realistis," kata Prabowo di arena debat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Karena itu, perlu solusi yang cepat untuk mengatasi korupsi. Prabowo menilai Presiden harus berani ambil keputusan segera. "Segera melakukan terobosan supaya penghasilan pejabat publik sangat besar," katanya.

3.Hukum Tebang Pilih

Di arena debat, Prabowo menyinggung kepala daerah yang berdeklarasi mendukung paslon nomor urut 01 tidak ditangkap. Namun, kepala daerah yang mendukung paslon 02 ditangkap.

"Itu tidak adil, karena menyampaikan pendapat itu dilindungi," ujar Prabowo.

Jokowi meminta Prabowo tidak asal tuduh. Setiap masalah hukum ada mekanismenya tersendiri. Nah sindiran soal hoax Ratna Sarumpaet ini kemudian diucapkan.

"Ya jangan menuduh seperti itu Pak Prabowo. Karena kita ini adalah negara hukum ada mekanisme hukum yang kita lakukan," ujar jokowi.

Jokowi mengatakan silakan melapor jika ada bukti. Jokowi lalu menyindir kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

"Kalau ada bukti sampaikan saja ke aparat, jangan grasa-grusu. Misalnya jurkam Pak Prabowo katanya dianiaya, babak belur ternyata operasi plastik," katanya.


4. Kekayaan negara bocor

Prabowo menuturkan dirinya dan Sandiaga Uno akan menyelesaikan persoalan dari akar masalahnya. Salah satu masalah yang cukup pelik ialah kebocoran kekayaan negara.

"Kami bertekad menghentikan kebocoran, menaikkan tax ratio. Kami yakin negara ini sangat-sangat kaya tapi terjadi kebocoran kekayaan kita mengalir ke luar negeri," ungkap Prabowo.


Simak Juga '4 Memorable Moment dalam Debat Capres Semalam':

[Gambas:Video 20detik]



(van/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed