detikNews
Minggu 13 Januari 2019, 09:59 WIB

PSI: Posko Prabowo-Sandi di Solo Provokatif, Tak Akan Naikkan Suara

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
PSI: Posko Prabowo-Sandi di Solo Provokatif, Tak Akan Naikkan Suara Guntur Romli, jubir PSI. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga membuka posko di Solo. PSI menilai itu adalah bentuk tantangan yang sengaja dilancarkan Prabowo-Sandi.

"Itu tindakan provokatif, kalau istilah di masyarakat bawah 'nantangin' menantang, banyak titik lokasi yang bisa dipilih, tapi ini sengaja dekat rumah Jokowi di Solo, nantangin ini, pendukung Jokowi harus sadar ini, tapi jangan terpancing. Kubu lawan memang sengaja provokatif dan menantang," kata juru bicara PSI, Guntur Romli, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/1/2018).



Dia menilai cara-cara provokatif seperti itu justru bakal menuai penolakan terhadap kubu Prabowo-Sandiaga di Pemilu 2019. Soalnya, cara-cara provokatif cuma memperkeruh suasana.

"Cara yang tidak simpatik, tidak akan menaikkan suara. Orang malah antipati, hanya bikin keruh suasana dan menaikkan tensi psikologi masyarakat menjelang Pemilu 2019," kata Guntur.



Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko, menyebut posko BPN Prabowo-Sandi di Solo itu mengganggu pemandangan. Namun kubu Prabowo-Sandiaga menduga ada maksud lain di balik pernyataan Moeldoko.

"Mungkin maksudnya ganggu elektabilitas. Karena posko yang kami dirikan kami jamin tidak mengganggu keindahan Kota Solo," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin, kepada wartawan, Jumat (11/1) kemarin.
(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed