DetikNews
Minggu 13 Januari 2019, 06:00 WIB

Menjajal Sepeda Gratis di Monas usai Diluncurkan 6 Bulan Lalu

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Menjajal Sepeda Gratis di Monas usai Diluncurkan 6 Bulan Lalu Layanan 'bike sharing' atau berbagi sepeda di Monas. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Jakarta - Setengah tahun lalu, layanan sepeda yang bisa dipakai gratis ini diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI. Kini di awal 2019, sepeda-sepeda itu masih terpantau layak untuk dikendarai pengunjung. Akankah layanan 'bike sharing' seperti ini diperluas hingga luar kawasan Monas?

Sepeda-sepeda itu masih berjejer rapi di bagian dalam Monas ini. Ada tiga kelompok sepeda yang tersedia di sini, pertama yakni sepeda mini dengan gir tunggal, warna sepedanya ungu-kuning. Kedua yakni sepeda warna kuning dengan gir yang bisa dipindah-pindah supaya ringan saat dikayuh. Ketiga, sepeda roda tiga untuk anak-anak.

Sepeda mini itu berasal dari perusahaan bernama GOWES. Jumlahnya sekitar 100 unit sepeda. Sepeda mini inilah yang pada 27 Juli 2018 diluncurkan oleh Sandiaga Uno yang dulu menjadi Wakil Gubernur DKI. Adapun sepeda berwarna kuning dan sepeda anak-anak berasal dari Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, sepeda itu diluncurkan pada Oktober 2018 lalu.



Untuk dapat menikmati layanan sepeda gratis ini, GOWES dan UPK Monas memberikan peminjaman dengan cara yang berbeda. Untuk menggunakan sepeda dari UPK Monas, pengunjung harus menyerahkan KTP kepada petugas UPK Monas yang ada di tempat penyimpanan sepeda, dan akan dikembalikan saat pengunjung mengembalikan sepeda.

Sementara layanan sepeda mini dari GOWES bisa dipakai gratis, hanya saja calon penggunanya harus mengunduh dan menggunakan aplikasi GOWES terlebih dahulu di ponsel Android atau iOS. Setelah berhasil memasang aplikasi di ponsel, pengunjung akan diminta melakukan registrasi, barulah pengunjung bisa mulai memakai sepeda dengan terlebih melakukan scan pada barcode yang ada di sepeda.

Menjajal Sepeda Gratis di Monas usai Diluncurkan 6 Bulan LaluFoto: Layanan 'bike sharing' atau berbagi sepeda di Monas. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Untuk menghindari tangan-tangan jahil yang ingin mencuri sepeda, kedua layanan sepeda ini memiliki langkah proteksi masing-masing. Para peminjam sepeda milik UPK Monas akan dimintai KTP saat meminjam sepeda, sehingga peminjaman bisa lebih terjamin.



Sedangkan sepeda Gowes dilengkapi dengan GPS yang bisa melacak kemana sepeda dibawa. Selain itu, proses registrasi di aplikasi sudah mewajib pengisian data diri, dengan demikian identitas pemakai sepeda bisa terdata.

Saatnya menjajal sepeda mini terlebih dahulu. Sepeda berwarna ungu-kuning ini bisa diambil dari pos parkir sepeda yang tersebar di beberapa titik di lapangan Monas ini. Untuk mengambilnya, langkah pertama adalah memindai kode QR yang terdapat di gembok sepeda di bawah sadel. Pemindaian pertama gagal, maka detikcom ganti memindai kode QR di sepeda sebelahnya. Pemindaian kedua barulah berhasil, kunci sepeda terbuka.

Setelah bersepeda selama satu putaran mengelilingi Monas, terasa sepeda mini ini agak berat untuk dikayuh. Wajar saja, sepeda ini memakai gir tunggal. Terlebih jalan di sekitar monas bukanlah aspal, melainkan semacam blok paving yang tidak rata, sehingga memberikan hambatan tersendiri. Bila sudah selesai, maka sepeda bisa dikembalikan ke posnya yang tak hanya di satu titik itu.



Menjajal Sepeda Gratis di Monas usai Diluncurkan 6 Bulan LaluFoto: Layanan 'bike sharing' atau berbagi sepeda di Monas. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Saatnya menjajal sepeda milik UPK Monas. Setelah menitipkan KTP pada petugas, sepeda langsung saya genjot. Jenis sepeda milik UPK berbeda dengan milik Gowes.

Selain warna dan bentuk rangkanya yang berbeda, sepeda milik UPK Monas dilengkapi dengan gir 7 speed, kayuhan terasa lebih ringan. Selama berkeliling Monas sebanyak satu putaran, tak ada hambatan yang berarti. Melewati jalan paving block pun terasa sama seperti melewati jalan aspal.

Kepala Seksi Pelayanan UPK Monas, Endrati Fariani menjelaskan layanan berbagi sepeda ini dimaksudkan untuk mendukung konsep ramah lingkungan. Penyediaan sepeda ini juga untuk mengurangi kendaran bermotor yang masuk ke Monas. "Karena kita kawasan ruang hijau terbuka. (Untuk) mengurangi asap kendaraan, mereka (bisa) menggunakan kendaraan yang disediakan oleh kita. Itu juga jumlahnya dibatasi, karena kita juga kawasan pedestrian," ujar Endrati Fariani, Jumat (11/1/2019).

Menjajal Sepeda Gratis di Monas usai Diluncurkan 6 Bulan LaluSepeda gratis yang bisa dipakai di Monas, yang ini dari UPK Monas, bisa pindah gigi. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Ada sekitar 250 sepeda gratis yang tersebar di kawasan Monas. Rinciannya, 100 sepeda orang dewasa dari Gowes, 50 sepeda orang dewasa dan 100 sepeda anak-anak dari UPK Monas. Penggunaannya pun hanya berada di dalam kawasan Monas saja. Terlihat pengunjung Monas banyak yang memanfaatkan sepeda-sepeda itu, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda.

Saat peluncuran layanan berbagi sepeda ini, enam bulan lalu, Sandiaga menjelaskan bakal memperluas konsep ini sampai ke jalan-jalan protokol. Lalu kapan sepeda-sepeda gratis pakai ini bisa tersedia di berbagai jalanan Ibu Kota?

Simak berita-berita detikcom tentang ojek sepeda dan pesepeda.
(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed