DetikNews
Kamis 10 Januari 2019, 17:34 WIB

8 Fakta Megawati Soekarnoputri yang Dibikin Mumet Anak Buah Prabowo

Niken Widya Yunita - detikNews
8 Fakta Megawati Soekarnoputri yang Dibikin Mumet Anak Buah Prabowo 8 Fakta Megawati Soekarnoputri yang Dibikin Mumet Anak Buah Prabowo/ Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Megawati Soekarnoputri bikin heboh dengan pernyataan soal anak buah Prabowo Subianto yang bikin mumet, pada HUT ke-46 PDIP. Apa fakta-fakta menarik tentang sosok Megawati?

Megawati lahir pada 23 Januari 1947 di kampung Ledok Ratmakan, tepi barat Kali Code, Yogyakarta. Dia merupakan anak kedua Presiden Soekarno.

Berikut 8 fakta Megawati Soekarnoputri.

1. Lahir di Masa Agresi Militer

Megawati dilahirkan pada masa Agresi Militer Belanda. Saat Megawati dilahirkan, Soekarno sedang diasingkan ke pulau Bangka. Setelah kemerdekaan Indonesia, Megawati lalu dibesarkan di Istana Merdeka.

2. Sempat Kuliah di Dua Kampus

Megawati pernah menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran di Bandung dalam bidang pertanian. Selain juga pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Kedua jurusan itu tidak diselesaikan Megawati.


3. Suami Pertama Pilot TNI AU

Suami pertama Megawati adalah Letnan Satu (Penerbang) Surindro Supjarso. Surindro merupakan seorang pilot pesawat AURI dan perwira pertama di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU).

Surindro adalah sahabat karib Guntur Soekarnoputra, kakak Megawati. Konon kabarnya, Gunturlah yang menjodohkan Mega dengan Surindro. Mereka menikah pada 1 Juni 1968.

Dari pernikahan itu, Megawati memiliki dua orang anak yakni Mohammad Rizki Pratama dan Mohammad Prananda. Namun saat sedang mengandung Prananda, Surindro mengalami kecelakaan pesawat yang merenggut nyawanya di sekitar perairan pulau Biak, Irian Jaya, pada 22 Januari 1970.

4. Menikah dengan Taufiq Kiemas

Megawati menikah lagi dengan Taufiq Kiemas, rekannya sesama aktivis di GMNI asal Palembang. Taufiq Kiemas menikahi Mega pada akhir Maret 1973 di Panti Perwira Jakarta Pusat. Dari pasangan ini, lahir Puan Maharani, yang merupakan anak ketiga dari Megawati Soekarnoputri dan anak satu-satunya Taufiq Kiemas.


5. Terpilih Menjadi Ketua Umum PDI

Megawati Soekarnoputri terpilih menjadi Ketua Umum PDI pada 1993 hingga periode 1998. Namun, terpilihnya Megawati tak mendapat restu dari pemerintah sehingga muncul konflik internal.

Pada 1996, PDI menggelar kongres pemilihan ketua umum yang ditentang Megawati. Kongres tersebut lantas memilih Soerjadi sebagai ketua umum PDI.

Namun saat era reformasi 1998, Megawati kembali mendapat tempat di partai berlambang banteng itu dan diakui sebagai ketua umum. Mega menjabat hingga 2003.

Pada 1999, Megawati mengubah PDI menjadi PDI Perjuangan (PDI-P) yang kemudian dideklarasikan pada 14 Februari 1999 di Istora Senayan, Jakarta. Hingga kini, Megawati masih menjabat ketua umum hingga sekarang.

6. Jadi Presiden Perempuan Pertama

Megawati adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat pada 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004. Dia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan puteri dari presiden Indonesia pertama, Soekarno, yang kemudian mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia.

Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR ini diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar.

Sebelumnya Mega menjabat Wakil Presiden dari tahun 1999-2001 pada pemerintahan Presiden Gus Dur. Namun pada 20 September 2004, Mega kalah suara dari Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2004 putaran kedua.

7. Mega dan Prabowo Pernah Duet Bareng

Keharmonisan Mega-Prabowo terlihat dalam setiap kampanye dan momen-momen menjelang pemungutan suara pada Pilpres 2009. Salah satunya, ketika keduanya mengisi masa tenang jelang pemungutan suara dengan masak bersama di kediaman Megawati, Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan, pada 7 Juli 2009. Namun pasangan itu harus mengakui kemenangan SBY dan Boediono.

8. Perjanjian Batu Tulis

Beredar dokumen perjanjian Batu Tulis antara Gerindra dan PDI-P pada 2014. Kesepakatan itu berisi beberapa poin, yang salah satunya menyebutkan bahwa Megawati akan mendukung pencalonan Prabowo sebagai calon presiden pada Pilpres 2014. Kenyataannya, PDIP menetapkan Jokowi sebagai calon presiden.
(nwy/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed