DetikNews
Rabu 09 Januari 2019, 18:58 WIB

BNPB akan Buka Politeknik Penanggulangan Bencana Tahun Ini

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
BNPB akan Buka Politeknik Penanggulangan Bencana Tahun Ini Eks Kepala BNPB Willem Rampangilei (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana mendirikan Politeknik Penanggulangan Bencana. BNPB menyiapkan pendirian politeknik tersebut sejak tahun 2017 dan telah bekerja sama dengan Kemenristekdikti dan Kementerian PAN-RB.

"Dalam pengurangan risiko bencana, faktor yang penting adalah kualitas SDM. Oleh karena itu, BNPB sejak 2017 menyiapkan untuk mendirikan Politeknik Penanggulangan Bencana, yang insyaallah bisa dimulai pada 2019 ini," kata eks Kepala BNPB Willem Rampangilei seusai serah-terima jabatan di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019).


Politeknik tersebut akan ditempatkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BNPB yang terletak di Sentul, Bogor. Willem menjelaskan politeknik itu akan memiliki konsep boarding school seperti yang diterapkan pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

"Jadi untuk politeknik penanggulangan bencana itu kita tempatkan di Pusdiklat BNPB yang ada di Sentul. Jadi itu sudah kita siapkan. Itu sekolahnya adalah sekolah boarding," ujar Willem.


Willem menilai keberadaan politeknik ini penting karena Indonesia belum memiliki pendidikan tentang kebencanaan. Lulusan politeknik ini nantinya akan mendapatkan ijazah setara dengan pendidikan D4.

"Kita akan mulai tahun ajaran 2019-2020. Karena kita tahu petugas-petugas BNPB, BPBD, itu kan multidisiplin ilmu, dengan latar belakang pendidikan yang beda-beda. Kita Indonesia negara yang rawan bencana belum punya pendidikan semacam itu. Oleh karena itu, politeknik menjadi sangat penting," ungkap Willem.

"Ada ijazah itu D4. Politeknik kan terapan, jadi ilmunya ilmu terapan. Jadi, begitu lulus dari sana, lulusan Politeknik Penanggulangan Bencana ini menjadi siap pakai, siap guna," sambungnya.

Terkait dengan mitigasi bencana, Willem berpesan kepada Kepala BNPB baru, Letjen Doni Monardo, untuk memperkuat upaya pengurangan risiko bencana. Menurut Willem, perlu mitigasi struktural dan nonstruktural untuk penanggulangan bencana.

"Yang dimaksud dengan mitigasi struktural itu apa, misalnya membangun infrastruktur, forestasi, membenahi serta menormalisasi sungai-sungai, dan sebagainya. Yang nonstruktural itu antara lain edukasi. Perintah Bapak Presiden untuk memasukkan penanggulangan bencana di dalam kurikulum itu adalah sangat strategis. Karena itu, untuk memahami bencana itu adalah kunci utama dalam pengurangan risiko bencana," jelasnya.

Willem juga menyampaikan BNPB telah melakukan restrukturisasi organisasi untuk beradaptasi dengan dinamika bencana. Willem juga menyebut perlu adanya referensi untuk mengintegrasikan upaya pengurangan risiko bencana dengan 32 kementerian/lembaga yang memiliki program kerja pengurangan risiko bencana.

"Oleh karena itu, BNPB sudah membuat bersama Bappenas itu blue print yang kita namai Rencana Induk Penanggulangan Bencana Tahun 2015-2045," sebutnya.



Simak juga video 'Jokowi Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB yang Baru':

[Gambas:Video 20detik]


(azr/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed