detikNews
Rabu 09 Januari 2019, 10:59 WIB

Jokowi: Kapolri Harus Tindak Tegas Pihak yang Delegitimasi KPU!

Ray Jordan - detikNews
Jokowi: Kapolri Harus Tindak Tegas Pihak yang Delegitimasi KPU! Foto: Jokowi (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menilai ada pihak yang berusaha mendelegitimasi KPU. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan aparat keamanan tidak boleh tinggal diam atas upaya pelemahan tersebut.

Jokowi mengatakan, KPU merupakan lembaga penyelenggara pemilu yang harus didukung oleh semua pihak. Oleh karena itu, aparat tidak boleh membiarkan jika ada upaya yang ingin melemahkan KPU.

"Aparat tidak boleh membiarkan kegiatan-kegiatan yang ingin melemahkan, mendelegitimasi KPU, karena apapun KPU ini adalah penyelenggara pemilu, penyelenggara pilkada, penyelenggara pilpres, penyelengagra pemilihan legislatif yang semua harus mendukungnya," kata Jokowi saat ditanya wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1/2019).


Jokowi menegaskan Polri bisa mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya upaya untuk melemahkan KPU. Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus tegas dalam menanggapi persoalan ini.

"Jadi kalau ada orang-orang, ada pihak-pihak yang ingin melemahkan, mendelegitimasi, itu saya sampaikan ke Kapolri juga tindak tegas!" kata Jokowi.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan ada pihak yang berusaha mendelegitimasi KPU. Hal itu terkait dengan beberapa isu yang menyudutkan KPU di media sosial belakangan ini.

"Isu-isu yang tidak berdasar, dugaan kami untuk mendelegitimasi KPU. Kecuali isu-isu yang berdasar, ada data fakta, ada data, dan memang benar," ujar Arief di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).


Arief mengatakan kritik terhadap KPU semestinya disampaikan berdasarkan fakta dan data. Dia menyebut ada pihak-pihak yang berupaya mengganggu penyelenggaraan pemilu.

"Itu mungkin ingin memberi masukan dan catatan kepada KPU. Tapi kalau itu tak berdasar, nggak ada data dan faktanya, itu sudah pasti ingin mengganggu pemilu kita, mendelegitimasi penyelenggara pemilu, dan yang begini harus dilawan. Bukan hanya KPU yang harus melawan, karena ini merusak kita semua," ujarnya.
(jor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com