DetikNews
Selasa 08 Januari 2019, 23:15 WIB

BPN Prabowo Tak Kenal Tersangka Hoax Surat Suara Tercoblos

Tim Detikcom - detikNews
BPN Prabowo Tak Kenal Tersangka Hoax Surat Suara Tercoblos Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Polisi telah menangkap pembuat hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos yang diduga merupakan Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan mereka tak mengenal pria tersebut.

Informasi yang diterima, pria yang ditangkap adalah Ketua Dewan Kornas Prabowo, Bagus Bawana Putra. Juru bicara BPN, Andre Rosiade, tak mengenal Bagus dan menegaskan Kornas Prabowo tak terdaftar di Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandiaga.

"Kami tidak mengenal Saudara Bagus. Saya sudah mengecek ke Direktorat Relawan Prabowo-Sandi, tidak ada yang namanya Bagus itu. Tidak terdaftar dalam inventori relawan kita di Direktorat Relawan Prabowo-Sandi. Kami tidak tahu siapa beliau," ucap Andre saat kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).


Bagus diduga pembuat pesan suara yang berisi informasi adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos. Polisi belum mau mengungkap jelas identitas tersangka pembuat hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos yang telah ditangkap. Namun memang disebut inisialnya 'B'.

Kembali ke Andre, dia menegaskan, BPN Prabowo-Sandiaga mendukung langkah polisi dalam menegakkan hukum. Sekali lagi dia menegaskan, Bagus bukan merupakan bagian dari BPN Prabowo-Sandiaga.

"Silakan polisi memproses hukum saja, kalau dinyatakan bersalah, silakan polisi memproses hukum saja. Kami serahkan sepenuhnya ke proses hukum yang berlaku," ucap Andre.


Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut pria berinisial 'B' itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dedi menuturkan B diamankan pada Senin (7/1) di Bekasi. Keterangan B akan didalami.

"Akan didalami keterangan tersangka tersebut dan dikaitkan dengan alat bukti, baru dikonstruksikan peran apakah dia buzzer murni apakah dia kreator, itu tergantung pemeriksaan," jelas Dedi.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed