detikNews
2019/01/06 02:53:04 WIB

Yang Terbaru dari Kasus Mafia Pengaturan Skor

Ahmad Bil Wahid, Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Halaman 1 dari 3
Yang Terbaru dari Kasus Mafia Pengaturan Skor Polri bersama Kemenpora dan PSSI menggelar diskusi bertajuk 'Sepak Mafia Bola' (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Satgas Antimafia Bola terus bekerja mengungkap skandal sepakbola Indonesia. Belum sebulan bekerja, satgas telah menerima ratusan aduan dari masyarakat.

Untuk penanganan kasus, satgas yang dibentuk Polri ini sudah menetapkan empat orang tersangka. Dari empat tersangka, satgas ada tiga berkas kasus yang tengah dilengkapi.

Koordinasi dengan pihak lain seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dilakukan. Satgas mendeteksi adanya aliran dana ratusan juta rupiah terkait kasus pengaturan skor ini.


Dalam kasus mafia bola ini, beragam tindak pidana diduga dilakukan para pelaku di antaranya penipuan penggelapan, pidana suap, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak pun terus diagendakan.

Sepakbola yang merupakan olahraga terfavorit di Indonesia tentu memancing antusiasme. Publik punya harapan besar dari penanganan satgas ini dalam memberantas mafia bola.

Terkait kasus ini, polisi menetapkan empat tersangka dan telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Mereka adalah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng; eks anggota Komisi Wasit, PSSI Priyanto; perempuan bernama Anik Yuni Artika Sari; dan yang terakhir Dwi Irianto alias Mbah Putih.


Para tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Berikut fakta-fakta terbaru kasus mafia bola:

1. Ada 278 Info Masuk, 60 Layak Ditindaklanjuti

Satgas membuka call center, ruang pengaduan dari masyarakat terkait kasus mafia bola. Ada 278 info diterima petugas, 60 di antaranya layak ditindaklanjuti.

"Sampai hari ini ada 278 informasi yang masuk ke satgas namun info yang masuk itu kita telaah lagi. Itu info yang masuk ke call center kita. Dari jumlah itu kita analisa yang layak untuk ditindak di tingkat penyelidikan ada 60," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Syahar Diantono, dalam diskusi di Cafe d'consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).


Laporan tersebut nantinya akan dijadikan bahan informasi, diklarifikasi, dikonfirmasi, dan diverifikasi kepada pihak terkait. Syahar mengatakan kasus tersebut kini ditangani di tingkat Polda dan Direktorat Tipikor Bareskrim Polri.

Dia menjelaskan laporan pengaduan yang diterima umumnya terkait penipuan hingga pencucian uang. Banyak dari pelapor yang mengaku dicurangi terkait hasil pertandingan.

"Sesuai dengan pengakuan pihak pelapor, penipuan penggelapan, tindak pidana suap dan TPPU. Jadi sesuai laporan pelapor merasa ditipu karena selama ini klubnya itu selalu dicurangi dalam permainan sehingga kalah," ungkapnya.

2. Ada Aliran Dana Rp 600 Juta

Polisi menemukan aliran dana Rp 600 juta terkait dugaan pengaturan skor sepak bola. Jumlah itu disebut berasal dari beberapa kali transfer yang terdeteksi oleh Satgas Antimafia Bola.

"Dalam penyidikan yang ada di Polda Metro total aliran dana ada sekitar Rp 600 juta. Itu beberapa kali transfer," kata Kabag Penum Div Humas Polri, Kombes Syahar Diantono, dalam diskusi di Restoran d'Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com