DetikNews
Sabtu 05 Januari 2019, 19:57 WIB

Caleg PD Nge-tweet Ingin Menampar, Tsamara Amany Siap Ladeni

Elza Astari Retaduari - detikNews
Caleg PD Nge-tweet Ingin Menampar, Tsamara Amany Siap Ladeni Foto: Tsamara Amany. (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta - Politikus muda PSI, Tsamara Amany menanggapi santai cuitan netizen di Twitter yang ingin menamparnya diduga karena 'Kebohongan Award'. Tsamara siap meladeninya.

Adalah pengguna Twitter @TopeRendusara atas nama Taufik Hidayat yang meluapkan kemarahannya terhadap Tsamara. Akun ini memposting foto Tsamara yang sedang membawa piagam Kebohongan Award dari PSI untuk Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief.

"Jadi aktivis gak pernah, mudanya gak tahu ada di mana tapi banyak bacot, kalau gue perempuan udah gue tampar mulutnya bolak balik," cuit Taufik Hidayat sebagai keterangan foto Tsamara, seperti dilihat detikcom, Sabtu (5/1/2018) pukul 19.30 WIB.


Di bio akun Twitter itu, Taufik Hidayat menuliskan dia seorang caleg. Terdapat juga fotonya dengan latar belakang lambang Partai Demokrat. Dicek lewat website KPU, Taufik Hidayat masuk pada DCT Anggota DPRD DKI untuk Pileg 2019.

Tsamara kemudian membalas cuitan dari Taufik itu. Dia juga memberikan ikon senyum pada cuitannya.

"Kantor PSI: Jl Wahid Hasyim no 194. Saya tunggu mas," tulis Tsamara.

Caleg PD Nge-tweet Ingin Menampar, Tsamara Amany Siap LadeniFoto: Screenshot Twitter Taufik Hidayat.

Seperti diketahui, PSI memberikan memberikan Kebohongan Award Awal Tahun 2019 kepada Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Andi Arief. Ketiga nama itu dituduh PSI sudah membuat kebohongan pada awal tahun 2019.

"PSI membuat sebuah award kebohongan karena selama ini awal tahun baru sudah terjadi tsunami kebohongan," kata Tsamara yang merupakan Ketua DPP PSI dalam jumpa pers di Basecamp DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim No 194, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

Prabowo dituding sudah membuat kebohongan mengenai selang cuci darah untuk pasien sudah dipakai 40 kali di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Tapi pihak RSCM sudah membantah pernyataan Prabowo tersebut.


Kemudian Sandiaga Uno disebut sudah melakukan kebohongan mengenai Tol Cipali dibangun tanpa utang. Lalu Andi Arief mendapat Kebohongan Award karena dituding melakukan kebohongan isu 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos.

"Timses BPN terhalusinasi kepada Andi Arief menyebarkan 7 kontainer surat suara sudah tercoblos. KPU sudah cek ternyata tidak benar dan sudah dilaporkan. Pak Andi seharusnya membuktikan dan tidak mau, ternyata ini cuma halusinasi," kata Tsamara.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed