DetikNews
Rabu 02 Januari 2019, 16:20 WIB

Tahanan Tidur Bak Kelelawar, Karutan: Aman Saja Sudah Bagus Itu

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Tahanan Tidur Bak Kelelawar, Karutan: Aman Saja Sudah Bagus Itu Foto: Rutan Bagansiapiapi over kapasitas (ist.)
Bagansiapiapi - Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Bagansiapiapi, Riau, melebihi kapasitas sehingga harus buat tempat tidur bertingkat 4. Bahkan tidak sedikit yang membuat tempat tidur dengan sarung bak kelelawar.

"Mau dipindah ke mana lagi, semua kondisinya di Riau ini sama. Saya hanya melakukan pendekatan kekeluargaan saja (kondisi over kapasitas). Hanya itu saja yang saya lakukan, saya rangkul baik-baik. Serba salah memang, yang penting aman, sudah bagus itu," kata Kepala Rutan Bagan, Jufri Ja'bar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (2/1/2019).


Jufri menjelaskan, jumlah penghuninya saat ini 788 orang. Padahal idealnya Rutan ini hanya dihuni 98 orang. Kondisi ini membuat pihak Rutan harus membuat tempat tidur bertingkat di dalam sel yang terbuat dari papan. Ini dilakukan agar para penghuni bisa tidur.

Jufri menjelaskan, daya tampung Rutan yang hanya 98 orang ini memang kondisinya tidak memungkinkan lagi. Apa lagi di Rokan Hilir ada Polres dan 15 Polsek. Sejumlah tahanan nantinya dititipkan di Rutan.

"Kita mau menolak (tahanan) juga tidak ada dasar hukumnya. Persoalannya kadang muncul lagi ada yang sudah putus (inkracht). Kita mau pindahkan ke Lapas, tapi kendalanya siapa yang mau menerima gitu," kata Jufri.

Sehingga pihaknya selama ini selaku melakukan pendekatan secara kekeluargaan ke penghuni. Menyadari kondisinya memang tidak memungkinkan lagi.

"Ya paling saya nunggu ini saja, nungga Lapas Rumbai (di Pekanbaru) khusus untuk narkotika. Memang daya tampungnya sekitar seribu lebih," kata Jufri.

Jika tahun 2019 Lapas Rumbai di Pekanbaru bisa beroperasi, maka pihaknya baru bisa memindahkan tahanan narkoba.

"Banyak dilema memang, nggak dipindahkan kadang-kadang juga penuh juga, dipindah juga kadang keluarganya nangis-nangis di depan kantor, alasannya anak saya begini. Susah repot, serba salah," katanya.


Kalaupun ada napi yang harus dipindahkan, kata Jufri, pihaknya melakukan pada tengah malam. Ini agar keluarganya tidak tahu.

"Padahal soal pemindahan ini nggak boleh tahu keluarga, siapa pun tidak boleh tahu. Karena sifatnya rahasia. Tapikan masih wilayah Riau, lebih maunusiawi kalau di Lapas Rumbai (dipindah)," kata Jufri.

Jika dipindahkan ke Lapas, maka nantinya akan ada pembinaan. Sedangkan di Rutan, sifatnya hanya sekedar titipan.

"Mau bagaimana lagi, kondisinya Rutan kita memang seperti itu," kata Jufri.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed