DetikNews
Jumat 28 Desember 2018, 11:52 WIB

Kapolda Metro: Kasus Novel Utang yang Harus Kami Kerjakan Terus

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kapolda Metro: Kasus Novel Utang yang Harus Kami Kerjakan Terus Foto: Penyidik KPK, Novel Baswedan. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis memastikan tim terus bekerja mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Idham menyebut kasus Novel sebagai utang yang perlu diselesaikan.

"Tetapi kami tegas berkomitmen untuk terus, ini (kasus Novel) merupakan utang yang harus kami kerjakan terus," kata Idham di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (28/12/2018).
Idham mengatakan tim juga bekerja sama dengan KPK untuk melakukan penyelidikan kasus Novel. Setiap temuan yang didapatkan selalu dikoordinasikan.

"Kita juga bekerja sama terus memberikan progres kepada, bahkan kasus Novel ini kita bersama-sama dengan tim yang dibentuk oleh KPK untuk bersama-sama untuk melakukan penyelidikan, apa yang sudah kita kerjakan. Saya ingin mengatakan kita terus bekerja. Terus melakukan analisa dan evaluasi," ujarnya.

Idham menjelaskan tim selalu menggelar rapat evaluasi setiap bulan terkait perkembangan kasus Novel. Penyelidikan ini juga, sambung Idham, selalu dipantau oleh lembaga internal Polri.

"Para penyidik terus bekerja. Saya yang memimpin langsung pelaksanaan anev (analisa dan evaluasi) setiap progres yang dilakukan oleh penyidik. Di samping itu, kita juga diawasi oleh lembaga internal Polri baik itu Irwasum maupun Div Propam serta Kepala Biro Wassidik Bareskrim. Secara rutin, setiap bulan kita melaksanakan anev," tuturnya.


Selain diawasi oleh lembaga internal Polri, Idham mengatakan penyelidikan juga dipantau oleh sejumlah lembaga-lembaga lain. Dia juga sudah menawarkan opsi kepada beberapa lembaga tersebut untuk mempermudah penyelidikan kasus.

"Di samping itu lembaga-lembaga di luar juga, kita selalu secara rutin kita menyampaikan protes contohnya Kompolnas, Ombudsman bahkan Komnas HAM beberpaa opsi juga kita tawarkan. Misalnya kepada Komnas HAM, kepada Ombudsman untuk mengkeler saksi. Kita sangat terbuka dan kita sampai hari ini membuka nomor telepon call center untuk memberikan masyarakat kalau ada informasinya berikan kepada kami, ke penyidik," tuturnya.


Saksikan juga video 'Novel: Sejak Awal, Polisi Tak Mau Ungkap Kasus Saya!':

[Gambas:Video 20detik]


(knv/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed