detikNews
Kamis 27 Desember 2018, 21:42 WIB

Jaksa OTT Calo CPNS di Jambi, Duit Rp 19 Juta Diamankan

Ferdi - detikNews
Jaksa OTT Calo CPNS di Jambi, Duit Rp 19 Juta Diamankan Ilustrasi (dok.detikcom)
Jambi - Oknum pegawai Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Muara Jambi kena operasi tangkap tangan (OTT) kejaksaan. Penangkapan itu terkait dengan dugaan praktik pungutan liar (pungli) kepada satu calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kawasan tersebut.

Oknum berinisial YS, yang menjabat kasubbag kepangkatan di Dinas BKD Muara Jambi, tersebut ditangkap di rumahnya di kawasan Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muara Jambi, Jambi.

OTT ini dilakukan tim gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Jambi dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi setelah ada laporan dari masyarakat terkait dugaan permintaan uang alias bagi-bagi rezeki oleh YS kepada sejumlah CPNS.

Penangkapan itu dilakukan pada Kamis siang (27/12) sekitar pukul 13.00 WIB. Hingga Kamis malam ini, sekitar pukul 21.30 WIB, petugas tengah menggeledah kembali rumah oknum BKD itu karena ada serangkaian bukti lain yang didapat oleh petugas dari pengakuan YS.

"Oknum itu masih dalam status terperiksa. Kita tunggu sampai 1x24 jam ini, karena kita masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya. Sekarang kita sedang berada di rumah oknum pegawai BKD itu, untuk penggeledahan ulang kembali. Karena saat diperiksa, YS ini sempat mengaku ada bukti-bukti lain yang disimpan di rumahnya," kata Kasi Pidsus Kejari Muara Jambi Rudi Firmansyah saat dihubungi detikcom.


Rudi juga menjelaskan, dalam penggeledahan awal, petugas hanya berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sejumlah Rp 19,3 juta yang masih tersimpan rapi. Diduga uang itu merupakan uang dari hasil bagi-bagi rezeki yang diminta secara paksa atau dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum tersebut.

"Kita akan dalami lagi kasus ini. Karena selain menjabat sebagai Kasubbag Kepegawaian di BKD, YS ini juga merupakan panitia penyelenggara CPNS di Kabupaten Muara Jambi itu. Jadi bisa saja tidak tutup kemungkinan ada beberapa orang lagi yang terlibat dalam dugaan pungli itu," tukasnya.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com