detikNews
Senin 24 Desember 2018, 08:35 WIB

Bakamla Kerahkan Kapal Bantu Cari Korban Tsunami di Selat Sunda

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Bakamla Kerahkan Kapal Bantu Cari Korban Tsunami di Selat Sunda Foto: Kapal patroli Bakamla RI KN Belut Laut-4806 (dok. Istimewa).
Jakarta - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengerahkan kapal patroli KN Belut Laut-4806 untuk membantu pencarian korban tsunami di perairan Selat Sunda. Sesaat setelah peristiwa tsunami, KN Belut Laut-4806 yang tengah melakukan patroli di laut Jawa langsung menuju ke perairan Selat Sunda.

"Sejak Minggu pagi, kapal patroli Bakamla RI yang dikomandani Letkol Bakamla Heni Mulyono itu sudah berada di Perairan Banten untuk melakukan bantuan SAR," ujar Kasubbag Humas Bakamla RI, Letkol Bakamla Mardiono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/12/2018).

Mardiono mengungkapkan, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A Taufiq R telah memerintahkan Direktur Operasi Laut Laksamana Pertama Bakamla Nursyawal Embun, agar segera mengerahkan unsur kapal patroli dan membentuk Tim Satuan Tugas khusus. Nantinya, tim Bakamla akan membantu proses pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana gelombang tsunami di wilayah Banten dan Lampung.


"Bakamla RI juga mengerahkan satuan tugas khusus yang terdiri dari dua Tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) beranggotakan 14 personel yang memiliki kualifikasi penyelam, SAR permukaan dan bawah air," katanya.

Bakamla Kerahkan Kapal Bantu Cari Korban Tsunami di Selat SundaFoto: Kapal patroli Bakamla RI KN Belut Laut-4806 (dok. Istimewa).
Tim URCL diperkuat dengan dua unit kendaraan air cepat Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), delapan set alat selam, serta sarana dan prasarana pendukung SAR lainnya. Satu Tim URCL sudah bergerak ke wilayah perairan Banten sejak Minggu (23/12) siang.


"Sekitar satu jam Tim URCL melakukan perjalanan lintas laut menyusuri pesisir Utara Laut Jawa. Tim tersebut memang sempat menghadapi hambatan akibat cuaca di laut saat itu kurang bagus. Gelombang air laut di pesisir Utara Laut Jawa sekitar Tanjung Pasir saat itu cukup tinggi dengan ketinggian ombak dua meter, ditambah kecepatan angin yang mencapai 20 knot," ucap Mardiono.




Tonton juga ' Presiden: Utamakan Pencarian dan Penyelamatan Korban ':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com