DetikNews
Rabu 12 Desember 2018, 15:17 WIB

PKB: Prabowo Didukung Ijtimak Ulama, Harusnya Bisa Salat dengan Baik

Tim Detikcom - detikNews
PKB: Prabowo Didukung Ijtimak Ulama, Harusnya Bisa Salat dengan Baik Abdul Kadir Karding (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - La Nyalla Mattalitti menyoroti keimanan Prabowo Subianto dengan menantang eks Danjen Kopassus itu menjadi imam salat. Tak sedikit yang mengkritik La Nyalla setelah tantangan itu dilontarkan. PKB membela La Nyalla dan menyebut sudah sepatutnya Prabowo membuktikan taat beribadah.

"Apa yang disampaikan La Nyalla merupakan perhatian beliau terhadap pemimpin yang ada di Indonesia, yang notabene mayoritas rakyatnya muslim," ungkap Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding lewat pesan suara, Rabu (12/12/2018).

Menurut Karding, alangkah tidak elok bagi pemimpin yang diketahui tidak taat dalam menjalani perintah agamanya. Apalagi bangsa Indonesia dibangun dengan dua unsur, yakni agama dan nasionalisme.


"Apa kata dunia kalau pemimpinnya, mohon maaf, tidak bisa ngaji atau salat, tapi dia Islam. Mohon maaf," ucap Karding.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini mengingatkan soal Prabowo yang merupakan hasil dari Ijtimak Ulama beberapa waktu lalu. Dalam Ijtimak Ulama yang diinisiasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), nama Prabowo keluar sebagai tokoh yang direkomendasikan menjadi capres.

"Sekali lagi, saya mohon maaf, apalagi Pak Prabowo itu kan dielu-elukan oleh keputusan Ijtimak Ulama tanda petik, sepantasnyalah bahwa Pak Prabowo, paling tidak, publik tahu beliau bisa salat dengan baik, baca Alquran dengan baik," kata Karding.

Karding kemudian membandingkan peraturan daerah yang ada di Aceh. Syarat wajib setiap calon pimpinan daerah di Aceh adalah bisa membaca Alquran. Menurutnya, aturan di Aceh tersebut bisa diadopsi pada pilpres.


"Hal-hal positif di Aceh tidak apa-apa kita adopsi asal niatnya dalam rangka memang untuk meyakini bahwa pemimpin-pemimpin di Indonesia adalah orang-orang lahir dan taat pada agamanya, agama apa pun itu," jelas anggota Komisi III DPR tersebut.

Sebelumnya, La Nyalla membicarakan konteks keimanan kedua capres. Ia membandingkan Jokowi yang dinilainya lebih baik daripada Prabowo dalam hal keislamannya.

"Dulu saya fight untuk dukung si Prabowo. Salahnya Prabowo itu saya tutupi semua. Saya tahu Prabowo. Kalau soal Islam lebih hebat Pak Jokowi. Pak Jokowi berani mimpin salat. Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Nggak berani. Ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca bacaan salat. Kita semua jadi saksi," kata La Nyalla.



Tonton juga video 'Dewan Pers Tanggapi Kritikan Prabowo Atas Kinerja Media':

[Gambas:Video 20detik]


(elz/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed