detikNews
Selasa 11 Desember 2018, 22:32 WIB

Tanda Tanya soal Tas Mewah Dirjen Pemasyarakatan

Zunita Putri - detikNews
Tanda Tanya soal Tas Mewah Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Tas Louis Vuitton yang diduga kado ulang tahun dari terpidana Fahmi Darmawansyah untuk Dirjen Pemasyarakatan (Pas) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami kini dalam penguasaan KPK. Tas ini disebut KPK dikembalikan sopir Sri Puguh.

Soal pengembalian tas ini, Sri Puguh tak banyak bicara. Dia hanya menegaskan urusan tas Louis Vuitton itu ditangani KPK.

"Jadi ada hasil berita acara, lebih baik proses hukum saja, nanti dilihat seperti apa," kata Sri Puguh kepada wartawan di kantor Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).





Tas mewah itu, disebut Sri Puguh, diberikan lewat sopir. Tapi dia tak bicara detail mengenai proses penyerahan tas dan maksud dari pemberian tas.

"Itu antara sopir ya Mbak. Saya berangkat ke Thailand, saya nggak tahu itu. Tapi nanti proses hukum saja, ya," tegasnya.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memang menyebut tas ini dikembalikan sopir Sri Puguh setelah pemeriksaan pada 24 Agustus.

"Sekarang (tas tersebut) masuk berkas, menjadi salah satu bukti," kata Febri, Sabtu (8/12).





Adanya kado tas untuk Dirjen Pemasyarakatan dari Fahmi Darmawansyah ini terungkap dalam surat dakwaan eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen.

Jaksa pada KPK menyebut tas jenis clutch bag merek Louis Vuitton itu diberikan dari narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah kepada ajudan Wahid bernama Hendry Saputra untuk ditujukan kepada Sri Puguh.

"Tas jenis cluth bag tersebut nantinya akan dihadiahkan terdakwa (Wahid Husen) kepada atasannya, yakni Sri Puguh Budi Utami, sebagai kado ulang tahun," demikian bunyi surat dakwaan yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tipikor Bandung.

Sri Puguh juga sudah dua kali diperiksa KPK berkaitan dengan Wahid Husen. Setelah diperiksa, Sri kepada wartawan mengaku tidak tahu tentang perkara yang menjerat Wahid Husen.

"Nggak ada. Saya nggak ketemu, (hanya ditanya) soal sarana di Sukamiskin," kata Sri pada Jumat, 25 Agustus 2018.


Soal dugaan pemberian tas mewah ini kepada Dirjen Pemasyarakatan, Menkum HAM Yasonna H Laoly menegaskan belum menerima laporan. Tapi Yasonna mengatakan pejabat bisa mengembalikan gratifikasi ke KPK.

"Kan dikembalikan di apanya, kita lihat dulu. Saya belum ada laporan. Nanti kan fakta hukum harus kita lihat di KPK seperti apa. Gratifikasi, kan... gratifikasi itu bisa dikembalikan. Saya sudah ada beberapa yang dikembalikan. Kalau punya negara, kita kembalikan," ujar Yasonna, Selasa (11/12).
(fdn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed