DetikNews
Kamis 01 September 2005, 13:18 WIB

Sepertiga Anggota DPRD \'Boikot\' Pelantikan Bupati Sukoharjo

- detikNews
Solo - Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto atas nama Presiden melantik Bambang Riyanto - M Toha sebagai bupati dan wakil bupati Sukoharjo periode 2005 - 2010 dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sukoharjo di Pendopo Bupati Sukoharjo, Kamis (1\/9\/2005). Sebanyak 14 dari 45 anggota DPRD tidak hadir, termasuk ketua DPRD.Proses pelantikan Bambang - Toha yang juga pasangan bupati dan wakil bupati periode 2000 - 2005 itu cukup alot. Pasca pilkada diwarnai gugatan pasangan Bambang Margono - Pardjoko dengan tuduhan kecurangan suara pemilih oleh pasangan Bambang - Toha. Namun gugatan itu ditolak Pengadilan Tinggi Jateng.Setelah itu Bambang Riyanto dijadikan tersangka oleh polisi setempat dalam kasus politik uang dalam pilkada. Selanjutnya aksi-aksi pro-kontra pelantikan mewarnai daerah itu. Bahkan dua fraksi, yaitu FPKS dan FKPD (fraksi gabungan PD, PPP, PKPI dan PKB) secara resmi menolak pelantikan Bambang - Toha.Rencana pelantikan 29 Agustus juga tertunda karena DPRD tidak bersepakat dan akhirnya persoalan diserahkan kepada Gubernur. Gubernur Jawa Tengah kemudian menetapkan tanggal 1 September untuk melantik pasangan calon yang diajukan PDIP tersebut. Dalam sambutannya Mardiyanto juga menyinggung persoalan tersebut.\\\"Meskipun atas dasar SE Mendagri tanggal 15 Agustus 2005 No 120\/2061\/Sj memungkinkan Gubernur untuk melantik bupati dan wakil bupati terpilih tanpa melalui Sidang Istimewa (DPRD), namun saya tetap menghargai dan menghormati lembaga legislatif sebagai implementasi wakil rakyat,\\\" kata Mardiyanto.Dipimpin Wakil Ketua<\/B>Dengan berbagai alasan, tercatat sepertiga anggota DPRD Sukoharjo tidak hadir dalam rapat paripurna istimewa tersebut, termasuk Ketua DPRD Wardoyo. Rapat akhirnya dipimpin oleh wakil ketua Sri Waluyo. Namun demikian oleh protokoler di tempat pimpinan sidang tetap disediakan kursi yang dikosongkan.Wardoyo hingga saat ini masih mendekam di tahanan Polresta karena tertangkap tangan melakukan judi di sebuah hotel di Solo. Dia ditangkap dan ditahan bersama Parjino, anggota DPRD yang juga ketua DPC PDIP Sukoharjo, serta seorang kader PDIP dan anggota Polres Sukoharjo.12 Anggota DPRD lain yang tidak hadir adalah seluruh anggota FPKS yang berjumlah 5 orang dan 8 anggota FKPD. Satu-satunya anggota FKPD yang hadir adalah Agus Ismail dari PKB yang sejak awal menentang sikap fraksinya. Hal ini mengingat wakil bupati M Toha adalah Ketua DPC PKB Sukoharjo.Menanggapi ketidakhadiran para anggota dewan itu, dalam wawancara dengan wartawan usai pelantikan, Mardiyanto menilai adalah hak siapa pun untuk bersikap. Namun selanjutnya dia mengimbau agar ke depan lembaga eksekutif dan legislatif mampu bekerjasama secara sinergis untuk pembangunan daerah.\\\"Saya kira semuanya nanti akan baik-baik saja. Dulu pelantikan Bupati Karanganyar hanya dihadiri 10 orang (dari 45 anggota). Namun toh sekarang juga bisa bekerjasama dengan baik,\\\" ujarnya.Blokade Jalan<\/B>Sedangkan kekhawatiran akan terjadi aksi massa pro-kontra pelantikan juga tidak terjadi. Sejak perbatasan kota, polisi telah melakukan blokade Jalan Solo - Wonogiri yang berada di depan Pendopo Bupati.Penjagaan di lokasi pelantikan juga diperketat. Namun demikian di beberapa tempat di sekita lokasi, terlihat konsentrasi massa pendukung Bambang - Toha.
(nrl/)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed