DetikNews
Jumat 07 Desember 2018, 17:30 WIB

Di Acara Ormas, Ketua MPR Bicara Harga Kebutuhan Naik

Yulida Medistiara - detikNews
Di Acara Ormas, Ketua MPR Bicara Harga Kebutuhan Naik Zulkifli Hasan saat berpidato. Foto: Yulida Medistiara/detikcom
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan menghadiri acara peringatan 1 abad Wanita Syarikat Islam di kantornya. Dalam acara tersebut Zulkifli berbicara mengenai kebutuhan mahal.

Awalnya Zulkifli menyebut kekuasaan MPR saat ini berbeda dengan sebelumnya dapat memilih presiden. Saat ini berdasarkan amanat UUD, presiden dipilih oleh rakyat.

Ia menyebut semestinya demokrasi menghasilkan kesetaraan, kemakmuran, keadilan, dan kedamaian. Lalu dia menanyakan pada audience apakah sudah mendapatkan kemakmuran atau belum.



"Teorinya demokrasi Pancasila karena kedaulatan di rakyat harusnya hasilnya itu kesetaraan, kemakmuran, keadilan, aman, damai itu hasilnya karena pemimpinnya yang milih kan bapak ibu rakyat. Sekarang saya tanya politik gaduh nggak? Ini negara sudah aman belum, sudah setara belum?" kata Zulkifli, dalam sambutannya, dalam acara 1 abad Wanita Syarikat Islam, di Gedung MPR, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

"Belum," jawab hadirin yang datang.

"Wah, kalau diterusin panjang nih," kata Zulkifli.

"Ibu sekarang bahagia? Saya tanya lho karena di luar ada harga naik. Yang bener naik apa tidak?" tanya Zulkifli lagi.



"Naik," kata audience menjawab Zulkifli.

"Saya nggak terusin ah," timpal Zulkifli.

Ia menyebut hal itu terjadi karena adanya politik transaksional. Dia berpesan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan sadar dan jangan mau dibayar dengan sembako.

"Jadi ibu-ibu karena one man one vote ibu mau yang mana harus milih wakilnya sesuai yang diharapkan jangan ditukar sembako betul nggak? Betul. Di sini pasti tidak tapi yang di luar sana itu tugasnya Syarikat Islam agar menjadi pelopor mendidik warganya gitu karena nantinya yang kita pilih itu yang kita tentukan," ungkap Zulkifli.

Ia menyebut jangan sampai memilih pemimpin dan anggota DPR, DPRD salah karena dapat merugikan masyarakat. Ia mencontohkan pembahasan Perda yang mengatur soal minuman keras mandek karena adanya lobi-lobi dari pengusaha.

"Saya baru pulang dari Wonosobo saya sedih di Wonosobo ada 400 ribu lebih kena HIV baru padahal kota santri. Anak-anak sudah minum miras. Liburan malam banyak. Diminta perda agar diatur miras nggak jadi jadi karena DPRD-nya kalah karena dilobi sama yang punya hiburan. Mau bikin Perda kasih duit lagi, anak kecil sudah merokok. Bayangkan kalau generasi Islam bgitu bayangkan itu kota santri," terangnya.

Dia berpesan agar pelaksanaan pemilu berlangsung damai, jujur dan adil serta memilih dengan kesadaran jangan karena dibayar. Di akhir ada seorang warga bertanya mengenai siapa yang harus dipilih, merespons hal itu Zulkifli mengaku tak boleh menyebut nama.

"Milih siapa, Pak?" tanya warga pada Zulkifli dari kursi penonton.

"Wah, ini nggak boleh ini gedung MPR. Nah itu lah karena ini jam berat maka saya selingi dengan canda," tutur Zulkifli.



Tonton juga ' Dicurhati Emak-emak Lamongan, Sandi Janjikan Harga Kebutuhan Murah ':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed