DetikNews
Kamis 06 Desember 2018, 11:03 WIB

Egianus cs Pantau 3 Bulan Sebelum Tembaki Pekerja Trans Papua

Idham Kholid - detikNews
Egianus cs Pantau 3 Bulan Sebelum Tembaki Pekerja Trans Papua Jembatan lokasi penembakan 31 pekerja Trans Papua. (Istimewa/Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)
Jakarta - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogeya mengaku bertanggung jawab atas penembakan pekerja proyek di jalur Trans Papua. Mereka menyebut yang ditembak itu bukan warga sipil.

Pernyataan ini disampaikan melalui akun Facebook Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB). Pernyataan itu di-posting pada Rabu (5/11/2018).

"Pemne Kogeya Komandan Operasi KODAP III Nduga menyatakan kami serang bukan warga sipil mereka adalah TNI," bunyi awalan tulisan itu seperti dilihat detikcom pada Kamis (6/12).

"Panglima Daerah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Makodap III Ndugama Egianus Kogeya menyatakan bertanggung jawab terhadap penyerangan SIPUR pekerja jembatan Kali Aworak, Kali Yigi dan Pos TNI Distrik Mbua melalui komandan operasinya," sambungnya.


Disebutkan, operasi di Kali Aworak, Kali Yigi dengan sasaran operasi Anggota SIPUR Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi Pos TNI Distrik Mbua, dilakukan sejak 2 Desember di bawah pimpinan komandan operasi Pemne Kogeya. Sebanyak 24 orang disebutkan tewas dalam serangan itu.

Masih dalam tulisan di akun Facebook itu, TPNPB KODAP III Ndugama mengaku telah lama mengidentifikasi pekerja jalan sebelum serangan terjadi. Lebih dari tiga bulan mereka memantau.

"Lebih dari tiga bulan kami lakukan pemantauan dan patroli terhadap pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos Mbua, kami sudah secara lengkap mempelajari pekerja di Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos TNI Distrik Mbua adalah satu kesatuan. Pos Mbua adalah pos resmi sebagai pos kontrol dan yang bekerja di Kali Aworak dan Kali Yigi adalah murni anggota TNI (SIPUR)" jelas Pemne Kogeya.

Pemne menyebut mereka tidak salah sasaran. Mereka mengaku bisa membedakan antara pekerja sipil dan TNI.

"Sasaran serangan kami tidak salah. Kami tahu mana pekerja sipil atau tukang biasa dan mana pekerja anggota TNI (SIPUR). Walaupun mereka berpakaian sipil atau preman. Kami juga siap bertanggung jawab terhadap penyerangan Pos TNI Distrik Mbua," sebut Pemne.


Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Kolonel M Aidi, saat dimintai konfirmasi soal kebenaran akun Facebook itu, menepis anggapan bahwa korban bukan sipil. Aidi menjelaskan dua alasan.

"Yang korban itu kan sebagian meninggal, sebagian hidup. Kalau memang dia mengatakan bahwa itu TNI, ya silakan aja diperiksa, ada yang hidup di situ, jelas datanya, TNI kan jelas datanya, silakan diperiksa. Kemudian itu disebutkan karyawan Istaka Karya, cek aja ke Istaka Karya, kenapa menduga-duga gitu lo. Orangnya kan masih hidup. Itu logika pertama," ujarnya saat dihubungi detikcom.

Aidi juga berbicara soal alasan kelompok bersenjata menyerang di jalur Trans Papua.

"Logika kedua, kan disebutkan di situ bahwa karena dia tahu yang mengerjakan jalan Trans Papua adalah TNI, logikanya kalau TNI mengerjakan jalan, apa pantas dibantai? Padahal untuk menyejahterakan mereka," ujarnya.

detikcom kembali menanyakan kebenaran akun Facebook itu milik kelompok Egianus Kogeya. Aidi memastikannya.

"Ya pasti dari mereka, dan mungkin mereka salah satu pelakunya," tuturnya.
(idh/iy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed