DetikNews
Jumat 30 November 2018, 06:27 WIB

Habib Bahar bin Smith Kesandung Ceramah 'Jokowi Banci'

Tim detikcom - detikNews
Jakarta - Habib Bahar bin Smith dilaporkan dua pihak karena ceramah yang berisi hinaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dua pihak yang melaporkan yakni Jokowi Mania (Joman) dan Cyber Indonesia.

Habib Bahar dilaporkan dengan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1, dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).

Laporan itu bermula dari ceramah Habib Bahar yang menyebut 'Jokowi kayaknya banci' viral di media sosial. Tak hanya menyebut Jokowi seperti banci, pernyataan keras lainnya juga dilontarkan Habib Bahar ke Jokowi.

"Pengkhianat bangsa, pengkhianat negara, pengkhianat rakyat kamu, Jokowi," demikian transkrip ceramah Habib Bahar bin Smith yang turut jadi lampiran laporan polisi oleh Cyber Indonesia.


Kutipan yang paling viral di media sosial adalah ceramah yang menyebut 'Jokowi kayaknya banci'. "Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu," demikian lanjutan ceramah Habib Bahar bin Smith.

Pernyataan tersebut yang membuat berang Joman dan Cyber Indonesia hingga melaporkan Habib Bahar. Joman menganggap Habib Bahar melakukan orasi yang mengandung diskriminasi ras dan etnis, serta ujaran kebencian atau hate speech. Sementara, Cyber Indonesia menilai apa yang disampaikan pria yang dijuluki Habib Bule itu sudah melampaui batas.

"Sudah melampaui batas apa yang dilakukan Bahar Bin Smith banyak kegelisahan banyak orang khusus di media sosial yang mendesak saya untuk melaporkan." Kata Ketum Cyber Indonesia Muannas Alaidid dalam siaran pers yang dishare oleh Ketua DPP PSI Guntur Romli.


Tak berhenti sampai di situ, pernyataan Habib Bahar juga mendapat kecaman dari banyak pihak. Pernyataan pria yang pernah ditahan karena memimpin aksi sweeping di Kafe de Most, Bintaro, Jakarta pada 2012 lalu itu, mendapat kecaman dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan partai politik pendukung dan Timses Jokowi.

Mereka meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut. Selain itu, polisi juga diminta untuk segera menangkap Habib Bahar.

"Saya mendorong dan mendukung dia diproses secara hukum dan harus ditangkap," kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

"Polri jangan ragu-ragu untuk segera menangkap Bahar bin Smith untuk diproses!" ungkap anggota divisi penugasan khusus TKN Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir, kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).


Habib Bahar juga didesak untuk meminta maaf. "Kami serahkan ke proses hukum dan penyidik mengusut kasus ini secara profesional. Kalau ada yang mengusulkan diselesaikan secara kekeluargaan ya tinggal Habib Bahar minta maaf ke Jokowi dan Jokowi memaafkan," kata Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Achmad Baidowi, kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

Namun, Habib Bahar tak sendirian. Pihak oposisi pun ramai-ramai membelanya. PA 212 menilai apa yang disampaikan Habib Bahar merupakan sebuah kritik. PKS meminta persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan. Sementara Gerindra melalui Waketum Fadli Zon meminta pihak Jokowi tak baper alias bawa perasaan.

"Yang saya tahu sih Habib Bahar itu orangnya cerdas ya, tajam, ya mungkin agak kritis. Tapi kalau hal-hal yang cuma asosiatif gitu ya, itu kan bukan menuduh, metafor atau abstraksi. Jadi makanya saya harus cek, harus dengar. Tetapi kalau itu maksudnya metafor, nggak usah baper-lah ya. Itu biasa di era demokrasi," sebut Fadli.


Saksikan juga video 'Habib Bahar Sebut Jokowi Banci, Farhat: Periksa Kejiwaannya':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed