DetikNews
Kamis 29 November 2018, 19:04 WIB

Tiba di RI, TKI Shinta yang Sakit di Taiwan Dirawat di RS Polri

Isal Mawardi - detikNews
Tiba di RI, TKI Shinta yang Sakit di Taiwan Dirawat di RS Polri TKI Shinta di RS Polri. (Isal/detikcom)
Jakarta - Pekerja migran Indonesia, Shinta Danuar, yang sakit akibat virus di sistem tulang belakang, di Taiwan, telah berada di Tanah Air. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyerahkan Shinta ke Kementerian Sosial.

"Acara hari ini penyerahan wewenang dan tugas dari perawatan Mbak Shinta, PMI di Taiwan. Karena kategori berat (sakit), BNP2TKI menyerahkan ke Kementerian Sosial. Alhamdulillah diterima langsung oleh Menteri Sosial," ujar Kepala BNP2TKI Nusron Wahid di RS Polri, Kramat Jati, Kamis (29/11/2018).

Shinta diberangkatkan dengan pesawat Eva Air dari Taoyuan International Airport (Taiwan) sekitar pukul 09.00 waktu setempat hari ini. Shinta tiba di Bandara International Soekarno Hatta sekitar pukul 13.20 WIB.


Nusron menjelaskan Shinta Danuar adalah PMI legal yang berangkat dari Indonesia ke Taiwan pada April 2014. Shinta mendapatkan kontrak selama 3 tahun.

"Karena harusnya April 2014, maka pada Maret 2017 harus sudah kembali ke Indonesia. Tetapi nasib, pada Desember 2014, Shinta Danuar mengalami sakit. Lumpuh. Dari Desember 2014 masuk ke rumah sakit Taipei, Taiwan," ujarnya.

Nusron mengatakan Shinta mengalami sakit yang diakibatkan virus pada sistem saraf tulang belakang. Akibatnya, dia mengalami kelumpuhan dari bagian leher ke bawah.

Nusron mengatakan biaya pengobatan Shinta di Taiwan ditanggung 2 asuransi hingga Maret 2017. Dari April 2017 hingga sekarang, biaya pengobatan PMI asal Banyumas tersebut ditanggung Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI).

"Pemerintah sudah pernah memfasilitasi ibunya (Shinta) untuk menengok Mbak Shinta pada April 2018. Niatnya sama meminta kepada rumah sakit supaya Shinta bisa dipulangkan. Saat itu pihak rumah sakit tidak bisa mengizinkan dengan alasan kesehatan," ujar Nusron.

"November 2018, saya menyempatkan diri untuk menjenguk Shinta. Saya ketemu dokter, kata dokter ada kemajuan. Shinta boleh pulang, asalkan mendapatkan restu surat dari pihak keluarga," ujar Nusron.


Menteri Sosial Agus Gumiwang mengaku prihatin atas kondisi Shinta. Meski begitu, Agus senang akhirnya Shinta bisa berkumpul dengan keluarga.

"Sore ini ada mix feeling, kita sangat prihatin terhadap kondisi kesehatan yang dialami Ibu Shinta. Tapi kami semua bisa berbahagia akhirnya Ibu Shinta bisa berkumpul kembali dengan keluarga," ujar Agus dalam kesempatan yang sama.

Shinta terlihat terbaring lemas di ruang ICU RS Polri. Dia mengenakan pakaian pasien berwarna cokelat. Slang infus tersambung ke hidungnya. Tangan kirinya terlihat kaku.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed