detikNews
Selasa 27 November 2018, 21:48 WIB

Kota Tangerang Gandeng Jepang Kelola Air Baku dari Hujan

Tia Reisha - detikNews
Kota Tangerang Gandeng Jepang Kelola Air Baku dari Hujan Foto: dok. Pemkot Tangerang
Tangerang - Jepang melalui Daiken Corporation dan salah satu konsultannya, yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA), menawarkan kerja sama kepada Dinas PUPR Kota Tangerang terkait sistem pemanenan air hujan menjadi air baku atau Rainwater Harvesting System.

Rainwater Harvesting System berfungsi sebagai penampungan air di kala hujan, kemudian air yang sudah ditampung atau dipanen ini nantinya akan diproses dalam beberapa tahap, sehingga air tersebut dapat digunakan sebagai air baku atau air minum serta kebutuhan lain sehari-hari.

Dengan sistem ini, saat memasuki musim hujan dan curah hujan cukup tinggi, air hujan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat meminimalkan banjir dan genangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menjabarkan, apabila penjajakan teknologi ini nantinya berhasil, Kota Tangerang akan menjadi kota pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi ini.


"Sekarang masih tahap penjajakan, survei lokasi dan hitung-hitungan datanya terus dilakukan. Teknologi ini sudah dipakai oleh Jepang, Laos, dan Vietnam," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/11/2018).

Saat ditemui di ruang rapat Dinas PUPR, Karawaci, Selasa (27/11), Taufik juga menjelaskan teknologi ini berbentuk seperti penampungan air hujan yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai air baku. Hal ini, menurutnya, sangatlah bernilai tinggi apalagi di saat musim kemarau.

"Kalau misalkan teknologi ini kita terapkan, sangat bagus untuk ke depannya, apalagi materialnya ada di Indonesia. Nanti aplikasi dan bentuk desainnya dari mereka," ujarnya.

"Saat musim hujan, bisa jadi penampungan air untuk mengurangi genangan. Dan saat kemarau, tidak khawatir kekeringan karena ada tampungan air bersih. Bahkan kalau di Jepang, air hujannya setelah lewat alat ini langsung bisa diminum," tambah Taufik.

Sementara itu, perwakilan Pusat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR, Anshar, mengatakan, sebagai kota industri, Kota Tangerang sangat bisa menerapkan teknologi ini.


"Kan di Jepang sendiri negara industri, berarti di sini juga bisa. Kalau nanti hujan asam, alat ini bisa merubah pH (tingkat keasamannya)-nya menjadi basa. Artinya, airnya sangat berkualitas dan aman untuk diminum," terangnya.

Sementara itu, pemilik alat teknologi Rainwater Harvesting System dari Daiken Corporation, Mr Okamoto, menyatakan teknologi ini sangat cocok diterapkan di Indonesia untuk mengatasi masalah kekeringan, air bersih, dan banjir sekaligus.

"Karena alat ini memanen air yang ditampung saat hujan dan dapat digunakan untuk air bersih saat musim kemarau," tukasnya.

Apabila proses penjajakan dari teknologi Rainwater Harvesting System ini berhasil, wilayah yang akan menjadi pilot project adalah Larangan, Ciledug, dan Karang Tengah.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed