DetikNews
Senin 29 Agustus 2005, 23:33 WIB

SBY Resmikan Museum Kapal Samudraraksa

- detikNews
Yogyakarta - Presiden SBY akan meresmikan Museum Kapal Samudraraksa, yang menggambarkan keperkasaan para pelaut Indonesia di masa lampau. Acara ini akan digelar di pelataran kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.\\\"Peresmian digelar Rabu 31 Agustus 2005 pukul 16.00 WIB,\\\" kata Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Wagiman Sugiarso kepada wartawan di kantornya, Jl Yogya-Solo, Km 16, Prambanan, Yogyakarta, Senin (29\/8\/2005).Presiden beserta istri dan rombongan, di antaranya Menbudpar Jero Wacik, juga akan menyaksikan sendratari kolosal Mahakarya Borobudur yang melibatkan 200 penari dari STSI Solo.Sendratari itu menggambarkan proses pembangunan Candi Borobudur. Panitia sengaja memilih waktu pada Rabu malam, setelah mendapat masukan dari berbagai pihak di antaranya para budayawan dan arkeolog.\\\"Malam Kamis Legi berdasarkan penanggalan Jawa, disesuaikan saat Raja Smaratungga meresmikan Candi Borobudur pada malam Kamis Legi tanggal 26 Mei 786 M,\\\" kata Wagiman yang didampingi Direktur Operasional Borobudur, Guntur Purnomo Aji. Pembangunan Museum Kapal Samudraraksa di zona II kawasan Borobudur ini, ditujukan untuk mengingatkan kembali kejayaan nenek moyang Indonesia sebagai pelaut yang mampu mengarungi Samudera Hindia hingga wilayah Afrika.Kapal Samudraraksa yang dibuat di Pulau Kangean, Desa Pagerungan Sapeken, Sumenep, Madura oleh As\\\'ad Abdullah, ternyata mampu membuktikan pelayaran napak tilas sejarah jalur Kayu Manis.. Kapal itu berlayar dari Jakarta menuju Ghana, Afrika, selama 7 bulan mulai tanggal 15 agustus 2003 hingga 23 Februari 2004.\\\"Kapal itu reliefnya ada di Borobudur, sehingga setelah berlayar ribuan mil itu akan dikembalikan ke Candi Borobudur. saat ini kapal samudrarksa telah selesai dibangun lagi dan ditempatkan di musuem yang terletak berdampingan dengan Museum Karma Wibangga,\\\" ujarnya.Kapal itu ditempatkan di Borobudur, supaya nasibnya tidak seperti perahu phinisi yang telah menjelajah hingga Amerika, tapi akhirnya tenggelam tanpa meninggalkan jejak. Museum merupakan pilihan terbaik untuk mengabadikan kapal yang dapat mengangkut 15 orang dan 20-30 ton barang ini.


(fab/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed