detikNews
Sabtu 24 November 2018, 12:45 WIB

Kasus Mayat dalam Lemari, Ada Pertemuan Lain Ciktuti-NR di Hotel

Ferdinan - detikNews
Kasus Mayat dalam Lemari, Ada Pertemuan Lain Ciktuti-NR di Hotel Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar. (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Polisi menemukan petunjuk soal adanya pertemuan korban kasus mayat dalam lemari, Ciktuti Iin Puspita, dengan perempuan berinisial NR di hotel.

"Hari Jumat (16/11), NR sama korban ke salah satu hotel," kata Kapolres Jaksel Kombes Indra Jafar saat dihubungi, Sabtu (24/11/2018).

Soal tujuan NR dan korban ke hotel, polisi masih mendalaminya. Saat ini polisi juga akan mendatangi sejumlah tempat terkait dengan penanganan kasus mayat dalam lemari.

"Kita cari bukti, petunjuk," sambungnya.






Tersangka NR dalam pemeriksaan sementara mengaku pergi dengan korban Ciktuti Iin Puspita pada Sabtu (17/11), sehari sebelum pembunuhan. Ciktuti Iin, NR, dan seorang perempuan bertemu dengan 4 tamu di tempat karoke.

"Kita akan cek aplikator transportasi," kata Indra soal pelacakan tempat-tempat yang dikunjungi korban dan pelaku.

NR dan kekasihnya, YAP, sudah menjalani rekonstruksi pembunuhan Ciktuti Iin Puspita pada Jumat (23/11). Kedua tersangka melakukan 13 reka adegan.


Dua tersangka kasus pembunuhan Ciktuti Iin Puspita (22), Y dan NR, menjalani rekonstruksi. Mereka memperagakan 13 adegan dalam rekonstruksi tersebut.Dua tersangka kasus pembunuhan Ciktuti Iin Puspita (22), Y dan NR, menjalani rekonstruksi. Mereka memperagakan 13 adegan dalam rekonstruksi tersebut. (Lamhot Aritonang/detikcom)




Kombes Indra, seusai rekonstruksi kasus mayat dalam lemari, mengatakan NR saat karaoke pada Sabtu (17/11) merasa dijanjikan mendapat imbalan Rp 1,8 juta dari tamu. Tapi kenyataannya pada Minggu (18/11), NR tidak menerima uang seperti yang merasa dijanjikan.

"Sebelumnya, NR ini merasa ada perjanjian atau mungkin ada juga informasi dia akan mendapatkan sejumlah uang yang tadi Rp 1,8 juta itu. Tapi pada kenyataannya pagi itu dia dengan salah satu pelanggan hanya mendapat Rp 500 ribu," kata Indra.





Persoalan ini diadukan NR kepada kekasihnya, YAP. YAP lantas menelepon korban dan terjadi cekcok.

Dari telepon itu, korban kemudian datang ke kosnya di Gang Senang, Mampang Prapatan VIII, Jaksel. YAP dan NR disebut Indra sudah satu minggu 'menumpang' di kamar kos yang disewa Ciktuti Iin Puspita.

Setelah cekcok di kos, YAP memukulkan palu ke kepala Ciktuti Iin Puspita. Leher korban juga dijerat dengan tali. NR kemudian menyarankan YAP memasukkan jasad Ciktuti Iin Puspita ke lemari.




Kasus pembunuhan ini terungkap berawal dari temuan mayat dalam lemari karena penjaga kos Ciktuti Iin Puspita curiga terhadap bau busuk dari kamar korban. Hingga akhirnya YAP dan NR ditangkap di Jambi dan dibawa ke Polres Jaksel pada Kamis (22/11) siang.



Saksikan juga video ' Mayat Ciktuti Iin Dimasukkan ke Lemari atas Ide NR ':

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com