DetikNews
Selasa 20 November 2018, 16:56 WIB

12 Pelaku Pengeroyokan Maut di Diskotek Bandara Masih Diburu

Lisye Sri Rahayu - detikNews
12 Pelaku Pengeroyokan Maut di Diskotek Bandara Masih Diburu Pelaku pengeroyokan di Diskotek Bandara, Jakarta Barat, (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Tiga pelaku pengeroyokan di Diskotek Bandara, Jakarta Barat, sudah ditangkap. Kini 12 pelaku lain dalam pengeroyokan yang menewaskan dua orang itu masih diburu polisi.

"Dan masih ada teman-temannya yang lain yang saat ini masih kami kejar, dan kami sudah tahu tempat persembunyiannya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu di kantornya, Jl S Parman No 31, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (20/11/2018).


Dia menjelaskan, pelaku pengeroyokan ada 15 orang. Adapun tiga orang yang sudah ditangkap polisi bernama Julius Umbu Ngailu (38) alias Boby, Frengki Manu alias Engki (26), dan Yeremias Waang alias Berto (36). Berto ditangkap di Jakarta, sedangkan Engki dan Boby ditangkap di Bangka Belitung.

"Jadi tiga tersangka ini sudah kami tahan, dan kami lakukan pemeriksaan secara intensif dan sisanya kami lakukan pengejaran," kata Edy.

Mereka dikenai Pasal 170 ayat 2 ke (3), Sub-pasal 351 ayat (3), Sub-pasal 358 KUH Pidana. "Kelompok preman yang bertindak sewenang-wenang. Ancaman hukuman 9 tahun penjara," kata dia.


Ada dua korban tewas pengeroyokan di Diskotek Bandara pada 17 Oktober 2018 itu. Korban kedua meninggal di rumah sakit.

"Jadi, dari tindak pidana pembunuhan tersebut, ada enam korban. Di antaranya, dua meninggal dunia dan empat mengalami luka berat," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu di kantornya, Jl S Parman No 31, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (20/11).

Baik korban meninggal dunia maupun luka-luka, semuanya mengalami luka tusuk. Empat korban luka tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Korban tewas kedua bernama Lili Sustandi alias Oleh (44), beralamat di Jakarta Barat. Oleh, yang tewas karena luka tusuk senjata tajam bagian perut dan punggung, sempat dirawat di rumah sakit, tapi kini diketahui telah meninggal dunia.

Peristiwa berdarah itu bermula pada 16 Oktober 2018, pukul 21.00 WIB. Boby, Engki, Leo, Lois, Morali, Jo, dan Willy datang mengendarai mobil. Mereka datang ke diskotek untuk merayakan ulang tahun Willy. Mereka memesan minuman, kemudian menyusul teman-teman mereka yang lain, yakni Majer, Lada, Valdo, dan Udin. Mereka semua berada di lantai 3 gedung.


Saat keluar dari diskotek, pelaku melihat sekelompok laki-laki, yang di antaranya para korban, sedang berkumpul di mobil Boby. Boby bertanya, "Ada apa ramai-ramai di mobil saya?" Dijawab oleh kelompok laki-laki itu, "Memang kenapa?"

Teman Boby bernama Lada emosi dan memukul salah satu laki-laki itu. Keributan pun terjadi. Engki menusuk korban bernama Jaelani. Sempat melawan, Jaelani melarikan diri sambil menahan rasa sakit. Namun Berto mendorong dan menusuk Jaleani. Engki kembali menusuk lelaki lain berama Hadi Suwito, yang berlari dan dikejar hingga tersungkur. Boby mendorong salah satu korban.

Korban dilarikan ke RS Royal Taruma, RS Sumber Waras, dan RSCM. Saat polisi tiba di lokasi, para pelaku sudah tidak di tempat.




Tonton juga 'Pelajar di Blitar Dikeroyok 5 Pria: Tengkorak Retak, Jari Putus':

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed