DetikNews
Sabtu 17 November 2018, 08:44 WIB

Faktor Sosiologis Pemicu Haris Tega Bunuh Kerabatnya Satu Keluarga

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Faktor Sosiologis Pemicu Haris Tega Bunuh Kerabatnya Satu Keluarga Haris Simamora (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Haris Simamora, gelap mata karena dihina tak berguna oleh kerabatnya. Haris bahkan sampai hati menghabisi nyawa kerabatnya sendiri, Daperum Nainggolan dan istrinya, Maya Ambarita, serta kedua anak mereka, Sarah dan Arya.


Sosiolog kriminalitas UGM Suprapto mengemukakan sejumlah analisisnya mengenai hubungan antarkerabat yang berujung pada pembunuhan itu. Suprapto mengawali pandangannya tentang kondisi kejiwaan Haris.

"Kalau benar bahwa motifnya itu dendam, memang sangat mungkin ketika seseorang itu merasa dihina, diperlakukan dengan tindakan-tindakan yang tak menyenangkan, membuat dia ingin membalas dendam. Tetapi itu sebenarnya terjadi ketika seseorang itu tidak memiliki kondisi kejiwaan yang baik, dalam arti harusnya kan kalau orang dilihat emotional quotient atau dari kecerdasan emosi itu dia mampu memahami dirinya, mampu mengendalikan dirinya, mampu memahami orang lain, dan mampu mengendalikan orang lain. Ada empat tahap," ujar Suprapto saat berbincang dengan detikcom, Jumat (16/11/2010) malam.


Suprapto menduga Haris belum mempunyai kemampuan mengendalikan diri secara baik. Sikap Haris yang tak dewasa dalam menerima kritik itu membuatnya mengandung hati.

"Kelihatannya dia belum memiliki kedewasaan emosional yang baik sehingga ketika dia dihina, mungkin saja hinaan itu tujuan untuk mencambuk agar dia menjadi lebih baik tetapi yang dia tangkapi, mungkin salah sehingga yang ada dendam, artinya bahwa dia tidak termasuk tahan kritik yang kemudian melakukan tindakan yang tidak dipikirkan dampaknya ke depan," tuturnya.


Menurut Suprapto, faktor usia bisa menjadi salah satu penyebab Haris tidak dewasa dalam menyikapi sebuah masalah. Terlebih lagi, Haris kerap kali menerima perlakuan yang kurang baik dari korban.

"Akan menjadikan dia sensitif, apalagi tadi dengan istilah baper (bawa perasaan) akan mudah menjadi baper karena dia merasa pekerjaan tidak menentu, pendapatannya tidak menentu, dihina lagi," imbuh dia.

Keluarga Daperum, sambung Suprapto, seharusnya bisa menggunakan kata-kata yang lebih sejuk jika ingin menasihati Haris. Pola komunikasi yang kurang baik dan kondisi kedewasaan Haris itu seolah menjadi titik temu yang menyebabkan aksi pembunuhan.

"Jadi kalau saya menangkap bahwa cara yang dilakukan oleh korban itu mungkin tidak dapat, artinya harusnya tidak dalam bentuk penghinaan, apalagi mengatakan tidak berguna. Seharusnya bisa memilih kata-kata yang lebih sejuk didengar oleh seseorang apalagi jika misalnya si pelaku ini memiliki kondisi sosial ekonomi yang di bawah," paparnya.


Suprapto juga menyebut Haris merencanakan pembunuhan itu secara matang. Haris disebut memilih waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya setelah dia mempelajari kebiasaan korban.

Lebih jauh Suprapto juga menyoroti soal alasan Haris tega menghabisi nyawa kedua keponakannya. Menurut Suprapto, Haris sudah kehilangan akal sehat karena rasa sakit yang terakumulasi.

Selain itu, Haris mempertimbangkan aspek keselamatan dirinya saat kabur setelah aksi pembunuhan. Jika kedua keponakannya itu tak dihabisi, pengungkapan kasus pembunuhan itu akan semakin mudah.

"Karena ada saksi, apalagi jelas dia, sehingga tidak ada pilihan yang lain (untuk membunuh dua ponakan)," ujarnya.

Haris Simamora sebelumnya ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, pada Rabu (14/11). Penangkapan bermula dari pelacakan lewat penemuan mobil Daperum, Nissan X-Trail berwarna silver dengan nopol B-1075-UOG, di rumah kos di Cikarang.

Haris mengaku menggunakan linggis saat membunuh satu keluarga di Bekasi. Haris kini telah ditetapkan menjadi tersangka dan terancam hukuman mati.



Tonton video 'Polisi Cari Linggis, Alat Pembunuhan di Bekasi':

[Gambas:Video 20detik]

Faktor Sosiologis Pemicu Haris Tega Bunuh Kerabatnya Satu Keluarga

(knv/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +