DetikNews
Jumat 09 November 2018, 10:42 WIB

Bahas Pembakaran Bendera Tauhid, Wiranto Ajak Ormas Jaga Ukhuwah

Indra Komara - detikNews
Bahas Pembakaran Bendera Tauhid, Wiranto Ajak Ormas Jaga Ukhuwah Foto: Menko Polhukam Wiranto bertemu dengan para ulama dan ormas Islam (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menyinggung kasus pembakaran bendera tauhid di Garut beberapa waktu silam. Dia mengatakan dampak pembakaran bendera ormas terlarang HTI itu bikin gaduh se-Indonesia.

"Kemarin ada permasalahan, nggak besar cuma di kecamatan kecil, Limbangan, Garut, pembakaran bendera di kecamatan. Pelakunya tiga orang tapi perkembangannya kok sampai ke negara, ke Indonesia yang lebih luas, 3 orang bisa membuat 162 juta orang bisa kena akibatnya, ini nggak adil," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).


Wiranto menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan awal dialog kebangsaan bersama ulama dan pimpinan ormas Islam. Dia harap melalui dialog ini masalah bendera bisa terselesaikan.

"Maka saya minta bahwa Bapak-bapak ini, intern Islam, antar-Islam, yang bawa bendera orang Islam, yang bakar orang Islam, mereka masing-masing punya komunitas. Ini perlu kearifan, oleh karena itu pada saat teman-teman yang kemarin melakukan unjuk rasa pengen bertemu, ayo bertemu, itu keharusan kita, bertemu melakukan satu upaya ukhuwah Islamiyah," ujar Wiranto.

"Kalau dengan semangat tabayun akan selesai. Saya kira Bapak-Ibu sekalian, para ulama lebih paham masalah ini. Mari kita coba selesaikan. Kembali kita bersama mengingatkan tanggung jawab kita pada umat Islam itu sangat besar, maka mari kita melaksanakan perbincangan ukhuwah," sambung dia.


Wiranto juga menjelaskan tugasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yakni menjaga stabilitas bangsa. Menurutnya negara yang stabil tidak akan membuat rakyatnya sengsara.

"Tugas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu sebenarnya mudah, menjaga stabilitas negara di bidang politik hukum dan keamanan. Mengapa negara kok harus stabil? Sebab negara itu kan dihuni oleh banyak orang," paparnya.

"Negara adalah satu wilayah manusia atau masyarakat dan pemerintah yang sah yang kalau oleng, nggak stabil, nggak bisa kerja, kalau nggak bisa kerja, nggak bisa membangun, kalau nggak bisa membangun berarti tak memberi kemaslahatan bagi umat. Maka banyak contoh negara yang tak stabil, nggak makmur, pasti sengsara rakyatnya," imbuhnya.


Dialog kebangsaan ini bertajuk 'Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa'. Ulama yang sudah hadir yakni Yusuf Mansur dan Muhammad Al Khaththath. Perwakilan dari ormas Islam seperti PP Muhammadiyah, PBNU, hingga GNPF Ulama.

Dialog kebangsaan ini dilakukan secara tertutup. Hingga berita ini ditulis dialog masih berlangsung.
(idn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed