DetikNews
Selasa 06 November 2018, 18:50 WIB

Tim Prabowo Anggap 'Tampang Boyolali' Diseret ke Isu Rasialisme

Yulida Medistiara - detikNews
Tim Prabowo Anggap Tampang Boyolali Diseret ke Isu Rasialisme Timses Prabowo Subianto menganggap kontroversi 'tampang Boyolali' diseret ke isu rasialisme. (Yulida/detikcom)
Jakarta - Pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai 'tampang Boyolali' terus dipersoalkan. Timses Prabowo menganggap kontroversi itu seolah-olah diseret ke isu SARA dan dipolitisasi pihak tertentu.

"Statement terkait 'tampang Boyolali' itu ditafsirkan secara ugal-ugalan, bahkan kami lihat menyeretnya menjadi isu rasialisme, terutama menjadi isu kedaerahan, dan cara-cara ini berbahaya dalam kontestasi pilpres kita," kata Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, di media center BPN Prabowo-Sandiaga, Jl Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).


Dahnil menyayangkan statement soal 'tampang Boyolali' itu dikaitkan dengan isu rasisme dan primordialisme. Ia meminta isu tersebut tidak dikaitkan lagi dengan isu SARA.

"Kenapa? Karena statement yang sejatinya tidak punya pesan rasialisme kemudian diseret primordialisme. Ini bahaya sekali. Politisasi primordialisme dan rasialisasi ini harus dihentikan," ungkapnya.

"Karena kalau diikuti rekaman utuh itu ada interaksi Pak Prabowo dan audiens terkait statement tersebut. Bahkan saya sampaikan dengan Pak Prabowo ramai sekali tanggapan beliau menyayangkan upaya politisasi tersebut," kata Dahnil.


Sementara itu, anggota BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman, berharap laporan atas Bupati Boyolali Seno Samodro yang ada di kepolisian dan Bawaslu diproses. Ia menilai pernyataan Bupati Boyolali termasuk ujaran kebencian.

"Jadi ada beberapa kalimat yang menurut rekaman yang kami dapat ada dugaan penggunaan kalimat yang sangat keterlaluan dan sangat kasar dan itu bukan cuma mencemarkan nama baik Prabowo, yang menurut kami itu ujaran kebencian," kata Habiburokhman.


Sebelumnya, Bupati Boyolali Seno Samodro dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Bawaslu karena memaki Prabowo Subianto buntut dari 'tampang Boyolali'. PDI Perjuangan memberikan pembelaan untuk kadernya itu.

"Ini soal kultur, anak-anak wilayah Surakarta, terutama yang bersikap egaliter, pisuhan (makian) kata a** itu sudah kebiasaan," ujar Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, saat dimintai konfirmasi, Selasa (6/11/2018).

Seno memaki Prabowo saat demonstrasi aksi bela 'tampang Boyolali' pada Minggu (4/11) di gedung Balai Sidang Mahesa, Boyolali, Jawa Tengah. Saat berpidato, Seno mengucapkan umpatan untuk Prabowo. Demo dilakukan warga Boyolali atas pernyataan Prabowo soal 'tampang Boyolali' yang dikaitkan dengan tidak bisa pergi ke hotel mewah.
(yld/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed