DetikNews
Senin 05 November 2018, 20:44 WIB

Indikator Kecepatan Rusak dan Fakta Terbaru Lion Air PK-LQP

Adhi Indra Prasetya, Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Indikator Kecepatan Rusak dan Fakta Terbaru Lion Air PK-LQP Lion Air PK LQP (Foto: Paul Christian Gordon/Lion Air)
Jakarta - Fakta-fakta terbaru dari jatuhnya Lion Air PK-LQP terungkap hari ini. Salah satunya adalah rusaknya airspeed indicator di pesawat itu pada empat penerbangan terakhir.

Fakta soal airspeed indicator itu diungkap oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya sudah melakukan penelitian bersama Boeing dan National Transportation Safety Board (NTSB). Flight data recorder (FDR) black box telah di-download dan ada data penerbangan-penerbangan sebelumnya.

Dari data di black box tersebut, dia menyebut pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 mengalami masalah pada alat penunjuk kecepatan. Masalah itu terjadi sejak empat penerbangan terakhir.

"Pada empat penerbangan terakhir ditemukan kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat, airspeed indicator," ucap Soerjanto dalam konferensi pers di kantornya, Senin (5/11/2018).



Namun temuan itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan JT 610. KNKT melanjutkan penyelidikan.

"Kita akan meneliti lebih lanjut apa yang menjadi penyebab kerusakan, bagaimana perbaikan yang sudah dilakukan, dan bagaimana pilot menerbangkan selama pesawat mengalami kerusakan ini," Kepala Subkomite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo.

Data penerbangan pesawat Lion Air PK-LQP terlacak lewat situs FlightRadar24. FlightRadar24 adalah situs pelacakan penerbangan global yang menyediakan informasi penerbangan secara real-time. Data yang ditampilkan bukanlah data resmi dari otoritas yang berwenang.

Berikut adalah empat penerbangan terakhir pesawat Lion Air PK-LQP yang menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8:

1. JT 610
29 Oktober 2018
Jakarta-Pangkalpinang
Scheduled time departure (STD): 06.10 WIB
(Jatuh di perairan Karawang)

2. JT43
28 Oktober 2018
Denpasar-Jakarta
Scheduled time departure (STD): 19.30 Wita
Actual time departure (ATD): 22.21 Wita
Landed 22.56 WIB


3. JT 775
28 Oktober 2018
Manado-Denpasar
Scheduled time departure (STD): 18.40 Wita
Actual time departure (ATD): 19.51 Wita
Landed 22.00 Wita

4. JT 776
27 Oktober 2018
Denpasar-Manado
Scheduled time departure (STD): 09.55 Wita
Actual time departure (ATD): 14.34 Wita
Landed 16.41 Wita

Sebelumnya, KNKT mengungkap fakta bahwa pesawat Lion Air PK-LQP tidak meledak di udara. Soerjanto mengatakan pesawat itu pecah ketika menabrak permukaan air laut.

"Kita lihat serpihan ini sudah dalam bentuk kecil. Itu menandakan pesawat menyentuh air dengan kecepatan cukup tinggi," ucap Soerjanto saat memberikan penjelasan di depan keluarga korban di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).


Selain itu, Soerjanto menjelaskan soal kondisi salah satu mesin pesawat yang sudah diangkat dari dasar laut. Dia menyebut mesin itu dalam keadaan hidup ketika bersentuhan dengan air.

"Dari mesin ini, kita bisa mengambil satu kondisi di mana saat mesin menyentuh air ini dalam keadaan high RPM, ditandai dengan hilangnya semua sudut turbin atau kompresor. Itu tanda mesin berputar dengan kecepatan tinggi. Jadi boleh dikatakan dari mesin ini tidak masalah," ucap Soerjanto.
(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed