detikNews
Senin 29 Oktober 2018, 15:04 WIB

AirNav: Lion Air JT 610 yang Jatuh Harusnya Terbang Lebih Tinggi

Danu Damarjati - detikNews
AirNav: Lion Air JT 610 yang Jatuh Harusnya Terbang Lebih Tinggi Foto ilustrasi: Pilot Lion Air yang jatuh, Bhavye Suneja (Foto: Facebook)
Jakarta - Pesawat Lion Air JT 610 terbang di ketinggian 2.500 hingga 3.000 kaki tepat sebelum hilang kontak. Pesawat itu terbang terlalu rendah.

"Ya, makanya dia minta RTB (return to base) itu. Kita tidak tahu apa yang terjadi, namun ketinggiannya seharusnya bisa lebih tinggi," kata Manajer Humas AirNav Indonesia, Yohanes Harry Sirait, kepada detikcom, Senin (29/10/2018).


Pesawat ini lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB. Sekitar 13 menit kemudian, pesawat itu hilang kontak. Untuk ukuran 13 menit penerbangan, seharusnya pesawat sudah terbang pada ketinggian sekitar 15 ribu hingga 20 ribu kaki.

"Sudah naik seharusnya," kata Yohanes.


Memang sebelum hilang kontak, Lion Air JT 610 sempat meminta return to base alias balik lagi ke bandara semula, dalam hal ini Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. AirNav belum mengetahui persis, apa gerangan yang melatarbelakangi permintaan return to base itu.

"Belum tahu. Dia cuma meminta return to base. Kita lihat, oke, kita berikan prioritas untuk return to base. Tapi belum sempat, dia sudah lost contact," kata Yohanes.


Saksikan juga video 'Presiden Jokowi: Tim SAR Sedang Bekerja Keras di Lapangan':

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com