detikNews
Jumat 26 Oktober 2018, 15:52 WIB

Gerindra Sebut Parpol Pro-Jokowi Maling, Ini Tanggapan PDIP

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Gerindra Sebut Parpol Pro-Jokowi Maling, Ini Tanggapan PDIP Eva Kusuma Sundari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut partai politik pro-Jokowi 'maling'. PDIP merespons balik.

PDIP meminta Gerindra bijak dalam berkomentar mengenai persoalan korupsi di Indonesia. Sebab, semua partai pernah mengalami permasalahan yang sama.

"Semua partai bermasalah, baik yang koalisi maupun oposisi, termasuk Gerindra, PAN, PD (Partai Demokrat), dan PDIP. Ngapain menepuk air di dulang muka, kita semua kok yang basah," ujar Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).

Eva meminta Gerindra tak asal menuding. Dia berharap Gerindra dan koalisinya mengisi kampanye dengan adu gagasan pemberantasan korupsi.





"Jangan membelokkan kampanye dari bicara gagasan menjadi proyek mengolok-olok diri sendiri soal korupsi. Kita tunggu gagasan perbaikan dari isu korupsi ini dan dikaitkan ke visi-misi presiden," katanya.

"Di visi-misi Jokowi, selain tetap melanjutkan program pemberian insentif Rp 200 juta bagi pelaporan korupsi, maka pelaksanaan rencana aksi nasional untuk antikorupsi harus diperluas ke perbaikan transparansi di parpol-parpol," sambung Eva.

Gerindra sebelumnya menyebut mayoritas 'maling' berasal dari koalisi Jokowi. Pernyataan itu terlontar saat partai tersebut menanggapi PSI yang menyinggung 'dosa-dosa' partai politik (parpol) lama terkait korupsi.

"Kalau mau komplain, komplain ke koalisinya. Kan yang maling mayoritas parpol koalisinya," ujar anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (26/10).

Andre menyebut, selama ini, para kepala daerah dan anggota Dewan yang terjerat korupsi berasal dari parpol koalisi Joko Widodo (Jokowi). Misalnya, lanjut Andre, Bupati Cirebon yang juga kader PDIP, Sunjaya Purwadisastra, yang baru saja ditangkap karena dugaan suap dan gratifikasi.

"Yang ditangkap KPK kan parpol koalisinya Pak Jokowi," katanya.


Simak Juga 'Politik Sontoloyo Jokowi Sindir Siapa?':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com