detikNews
Rabu 24 Oktober 2018, 07:18 WIB

Para Bule Kehabisan Ongkos: Diongkosi Polisi sampai Mengais Sampah

Aditya Mardiastuti, Haris Fadhil, Mochamad Zhacky - detikNews
Para Bule Kehabisan Ongkos: Diongkosi Polisi sampai Mengais Sampah Toto, bule Bulgaria mengais sampah di Bali. Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Fenomena turis mancanegara ataupun orang asing lainnya yang kehabisan ongkos tak jarang terjadi di Indonesia. Mereka ada yang sampai diberi ongkos oleh polisi hingga ada yang mengais sampah untuk makan.

Indonesia memang menerapkan bebas visa kunjungan ke sejumlah negara. Tapi rupanya, masih saja ada bule yang kehabisan ongkos walau sudah digratiskan biaya visa.



Ada bule yang mengais sampah karena memilih untuk berhemat untuk beli tiket perjalanan. Ada pula yang kehabisan ongkos setelah berkeliling Jawa Timur.

Memang tak semua bule adalah turis. Di Tangerang pernah ada bule pensiunan perusahaan kontraktor yang luntang-lantung selama 4 bulan.



Meski demikian, rupanya masyarakat Indonesia bisa dibilang amat ramah. Melihat orang asing tampak kesusahan, masyarakat lokal ada yang memberi makanan, ngajak ngopi, bahkan aparat kepolisian ada yang patungan untuk memberi 'sangu'.

Berikut kisah para bule yang kehabisan ongkos di Indonesia:

Bule Bulgaria Mengais Sampah Makanan di Bali

Toto, seorang wisatawan bule asal Bulgaria di Pantai Sanur, Bali, mengais sampah demi memenuhi kebutuhan perutnya. Saat ditemui detikcom, Selasa (23/10/2018), di Polok Artshop, Sanur, Bali, sekitar pukul 15.00 Wita, Toto terlihat sedang mengais sampah. Memakai kaus tanpa lengan dan celana pendek dengan topi putih, dia kembali mengais sampah di tong biru di sisi utara artshop.

Sambil mengais sampah, Toto bercerita dia merupakan turis backpacker. Toto bercerita telah berkeliling sejumlah negara di Eropa dan Asia. Sejak remaja, Toto bercita-cita bisa berkeliling dunia. Toto juga berencana membukukan kisah perjalanannya.

Toto membawa styrofoam berisi makanan.Toto membawa styrofoam berisi makanan. Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom


"Saya pernah ke Hungaria, Slovakia, Italia, Prancis, Spanyol, Turki, Yunani, Singapura, dan baru ke Bali," kata Toto.

Sambil wawancara, Toto tetap mengais sampah. Dia lalu menunjukkan nasi putih utuh hingga sandwich yang ditemukan dari tempat sampah. Toto juga memang cekatan memilah sampah yang akan menjadi makanannya. Dengan telaten, dia membuka tiap bungkusan kertas atau Styrofoam yang dia temukan di tempat sampah. Kadang dia membaui makanan yang ditemukan.

"Di negara lain, orang melihat saya mengais sampah melihat dengan pandangan jijik, menyuruh pergi. Tapi orang-orang di sini baik, ramah, dan sering memberi saya makan," tutur dia.

Lantas mengapa Toto harus mengais sampah demi makanan?

"Saya senang travelling, jadi untuk membeli tiket, kamu harus menghemat uang makan dan tempat tinggal," jawab Toto.

Ian si Bule Inggris yang Luntang-lantung di Tangerang

Ian Whiteley (55), bule Inggris yang hidup luntang lantung di Tangerang, Banten sering ditraktir ngopi di salah satu warung kopi. Salah satu warga, Sonhadji mengaku Ian kerap lalu lalang di sekitar area pembangunan Masjid Al-Mukminin.

"Dia kalau lewat-lewat sini sering. Kadang kita panggil 'mister, come here. Coffee'. Dia datang, duduk minum kopi," kata Sonhadji di salah satu warkop yang berada di area pembangunan Masjid Al Mukminin, Metland Puri, Tangerang, Banten, Sabtu (3/3/2018).

Ian luntang lantung di Kali Angke, Tangerang.Ian luntang lantung di Kali Angke, Tangerang. Foto: Haris Fadhil/ detikcom


Menurut Sonhadji, warga mengajak Ian ngopi karena alasan kasihan. Sonhadji juga membenarkan Ian sudah terlihat hidup luntang lantung sejak empat atau lima bulan lalu.

"Kita ajak ya karena kasihan. Dia pas dipanggil juga pegang-pegang kantong kayaknya mau bilang nggak punya uang. Tapi saya bilang, 'coffee for you'. Dia senang, hore katanya," ujar Sonhadji.

Ian kemudian diperiksa oleh Imigrasi Kota Tangerang. Dia mengaku memiliki gaji dari Inggris untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Saya bukan orang yang telantar. Saya hanya sedang menunggu dan mencari istri saya. Saya sudah tinggal dari satu tempat ke tempat lain, saya bisa hidup dengan atau tanpa uang. Dan saya masih memiliki gaji dari tempat saya bekeja di Inggris, " kata Ian kepada detikcom di Kantor Imigrasi Kota Tangerang, Minggu (4/3).

Ian mengaku pernah bekerja sebagai kontraktor di sebuah perusahaan di Inggris. Meski sudah pensiun, Ian mengaku masih menerima gaji secara rutin dari perusahaannya itu.

"Saya ini pensiunan dari perusahaan kontraktor dan ada banyak pekerjaan yang bisa aku lakukan. Gaji pensiunanku juga masih dikirim. Seharusnya dua hari lagi akan saya terima. Saya bukan orang telantar, " kata Ian.

Ian saat akan meninggalkan Imigrasi Jakarta Pusat. Ian saat akan meninggalkan Imigrasi Jakarta Pusat. Foto: Seysha Desnikia/detikcom


Ian mengaku akan tetap berada di Indonesia hingga menemukan istrinya. Ian menyebut sang istri merupakan guru organ. Sejak empat bulan sebelum akhirnya kedapatan luntang-lantung, Ian mengklaim diusir oleh istrinya tersebut. Padahal, uang pensiun dari kantornya di Inggris dikirim ke rekening istrinya.

Imigrasi Tangerang lantas menyatakan Ian tak overstay. Ian kemudian dipindahkan ke Imigrasi Jakarta Pusat agar bisa bertemu istrinya.

"Informasinya dia (Ian) mau ketemu istinya. Istrinya kerja di Tangerang. Itu yang sekarang kita coba dalami dulu. Makanya saya nggak berani bikin statement apa-apa dulu," kata Kepala Sub Seksi Penindakan Imigrasi Jakarta Pusat, Muhammad Deny Firmansyah saat dihubungi detikcom.

Ian kemudian meninggalkan Kantor Imigrasi Jakpus pada Selasa (6/3) dengan alasan ingin ke rumah istrinya. Imigrasi tak bisa melarang karena Ian tak berstatus overstay.

Sementara itu Imigrasi telah melayangkan surat panggilan kepada istri Ian, namun tak kunjung mendapat respons. Petugas Imigrasi mendapat kabar bahwa kala itu istri Ian sedang ke luar kota.

Bule Selandia Baru Nebeng Truk ke Cirebon

Dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Selandia Baru bernasib malang saat sedang pelesiran di Jakarta. Dua bule itu mengaku kehabisan ongkos saat hendak menuju Cirebon, Jawa Barat.

2 WN Selandia Baru nebeng truk ke Cirebon.2 WN Selandia Baru nebeng truk ke Cirebon. Foto: dok. Instagram TMC Polda Metro Jaya


Seperti diinformasikan melalui akun instagram TMC Polda Metro Jaya, dua bule itu ditemukan di tepi jalan. Kemudian polisi membantu WNA tersebut untuk sampai tujuannya ke Cirebon dengan menaiki sebuah truk.

"Ipda Erwan membantu Wisatawan Backpacker dari Selandia Baru yang hendak ke Cirebon dan kehabisan ongkos di Gardu Tol Tanjung Duren Jakbar. Selanjutnya dititipkan ke Pengemudi Truk," tulis akun Instagram TMC Polda Metro, Sabtu (24/2/2018).

Bule Ceko Tak Bisa Bayar Hotel sampai Dikasih 'Sangu' Polisi

Dua turis asing asal Republik Ceko dan Slowakia kehabisan ongkos saat berada di Pekalongan, Jawa Tengah setelah berkeliling ke beberapa tempat wisata di Jawa Timur. Kedua turis bernama Nedomelel Petr (36), laki-laki asal Republik Ceko dan Bratska Jara (29) perempuan asal Slowekia ini dari Jawa Timur berencana menuju Jakarta dengan bus.

"Mereka katanya usai menyelusuri tempat-tempat wisata yang ada di Jawa Timur. Mereka adalah pengagum keindahan alam Indonesia," jelas Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar kepada detikcom, Minggu (10/9/2017).

Dua turis asing setelah bermalam di hotel di Pekalongan.Dua turis asing setelah bermalam di hotel di Pekalongan. Foto: Dok Polsek Wiradesa, Pekalongan


Namun, karena kondisi fisik Nedomelel Petr yang menurun keduanya memutuskan untuk menginap di Pekalongan. Mereka turun dari bus di Wiradesa, Kabupaten Pekalongan untuk beristirahat di sebuah hotel.

Keberadaan dua bule ini diketahui petugas Kepolisian Resor Pekalongan, setelah mendapatkan laporan dari pihak hotel. Saat keduanya akan meninggalkan hotel ternyata mereka tidak mampu membayar.

"Sebetulnya pihak hotel melaporkan ke polisi bukan karena keduanya (bule) tidak mampu bayar hotel saja. Namun pihak hotel merasa kasihan pada keduanya yang akan ke Jakarta namun tidak punya ongkos," tutur Dahyar.

Biaya hotel akhirnya digratiskan oleh pengelola. Selain itu, ongkos bus menuju Jakarta juga digratiskan. Polisi Pekalongan bahkan patungan untuk memberi uang saku bagi kedua bule tersebut.
(bag/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com