DetikNews
Sabtu 13 Oktober 2018, 07:50 WIB

Ceramah Kontroversial Novel Bamukmin, MUI: Hentikan Politisasi Agama

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Ceramah Kontroversial Novel Bamukmin, MUI: Hentikan Politisasi Agama Waketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin bicara soal 'kunci' masuk surga menjelang deklarasi 'Perempuan Prabowo'. Dia menyatakan, kalau ingin masuk surga, pinta ke Allah, pinta ke Rasul, bersama Prabowo-Sandi.

Wakil Ketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi turut berkomentar mengenai pernyataan Novel tersebut. Menurut Zainut, sebaiknya timses masing-masing capres tak lagi melakukan politisasi agama.

"Kami meminta kepada timses masing-masing pasangan capres/cawapres untuk berhenti melakukan politisasi agama. Karena kalau dibiarkan akan mengancam terhadap agenda kebinekaan kita," kata Zainut saat dihubungi, Jumat (12/10/2018).


"Bukan persoalan antara Islam dan nonmuslim saja. Bahkan internal Islam pun dapat terbelah karena masing-masing memiliki klaim kebenaran terhadap masalah surga dan neraka," jelasnya.

Zainut mengingatkan sebaiknya agama dijadikan panduan dan penuntun dalam berpolitik. Bukan malah dijadikan alat meraih kekuasaan.

"Hal tersebut juga untuk mengembalikan fungsi agama sebagai penuntun dan panduan dalam berpolitik, bukan sebaliknya, dijadikan sebagai alat untuk meraih kekuasaan politik," tutur Zainut.

Ceramah Kontroversial Novel Bamukmin, MUI: Hentikan Politisasi AgamaNovel Bamukmin (Grandyos Zafna/detikcom)


Novel Bamukmin bicara soal pembukaan doanya yang menyebut mau masuk surga minta ke Allah, Rasul, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno. Novel menjelaskan lebih jauh soal pernyataannya itu. "Yang saya sampaikan eh... adalah mau masuk surga ya minta sama Allah sama Rasul, bersama Prabowo-Sandi kali, bukannya minta (ke Prabowo Sandi)," kata Novel di Jl HOS Cokroaminoto 93, Menteng, Jakarta Pusat (12/10/2018)

"Tapi, kalaupun seperti itu juga dikatakan, ya artinya ada usaha, ada peluang yang tepat di sini, karena kita bukan pendukung penista agama," imbuh dia.
(rna/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed