DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 21:02 WIB

Prabowo Vs Jokowi: The Economics of Stupidity Vs Winter is Coming

Ray Jordan, Ibnu Hariyanto - detikNews
Prabowo Vs Jokowi: The Economics of Stupidity Vs Winter is Coming Capres nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Setpres)
Jakarta - Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) berbicara soal kondisi perekonomian. Mereka sama-sama menyelipkan istilah tertentu.

Prabowo, yang merupakan capres nomor urut 02, merasa prihatin terhadap perekonomian dalam negeri. Ia menyebut kekayaan dalam negeri dikuasai asing.

"Intinya, tidak ada kekayaan nasional yang tinggal, tidak ada uang beredar di rakyat, pemerintah kita tidak ada uang untuk investasi sehingga kita tidak ada produksi. Produksi sumber daya alam kita dikuasai oleh swasta dan tidak tinggal di Indonesia. Ini ironi. Pasal 33 UUD 1945 sangat jelas, perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan," ujar Prabowo dalam acara Rakernas LDII di Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10).


Begitu pula soal jutaan hektare tanah yang diklaim Prabowo dikuasai swasta dan membawa uangnya ke luar negeri. Dengan demikian, Prabowo memberikan istilah 'the economics of stupidity' alias ekonomi kebodohan.


"Tapi kita lihat sekarang jutaan hektare tanah kita dikuasai oleh perusahaan swasta, mereka bawa uangnya ke luar negeri. Ini menurut saya bukan ekonomi neolib lagi, ini lebih parah dari neolib. Ini harus istilah baru dari neolib, ini menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," beber Prabowo di depan hadirin.

Sementara itu, Jokowi mengutip istilah 'winter is coming' dari serial 'Games of Thrones' untuk mengibaratkan kondisi perekonomian. Film serial itu diibaratkan perang di antara negara maju demi merebut kesuksesan tapi lupa akan ada bahaya yang menunggu di tengah perang tersebut.


"Perang dagang semakin marak dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara yang tengah tumbuh juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar. Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa winter is coming," ujar Jokowi dalam plenary session IMF-WB 2018 di Nusa Dua Hall, Bali, Jumat (12/10).


Dalam pertemuan IMF-WB, Jokowi mengibaratkan persaingan negara maju dengan negara berkembang seperti serial 'Game of Thrones' yang akan mendapat julukan sebagai 'The Iron Thrones'. Dengan fenomena itu, Jokowi menegaskan bahwa saat ini era persaingan bagi negara dengan ekonomi maju dan berkembang pun sudah masuk babak terakhir.

"Tahun depan kita akan menyaksikan season terakhir dari serial 'Game of Thrones'. Saya bisa perkirakan bagaimana akhir ceritanya, saya yakin ceritanya akan berakhir dengan pesan moral, bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan bukan hanya bagi yang kalah, namun juga yang menang," tutur Jokowi.
(dkp/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed