DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 19:37 WIB

Sindir Prabowo, Hasto: Rakyat Tahu Siapa Menderita Gejala Kebodohan

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Sindir Prabowo, Hasto: Rakyat Tahu Siapa Menderita Gejala Kebodohan Sekjen PDIP Hasto (Eva/detikcom)
Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait pernyataannya bahwa sistem ekonomi Indonesia kebodohan. Hasto menyebut rakyat sudah paham siapa yang mengalami kebodohan.

"Rakyat juga akhirnya melihat siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan itu ketika tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi plastik, rakyat paham siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan," kata Hasto kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).


Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu membandingkan pernyataan Prabowo dengan kasus hoax penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Ia menyebut kubu Prabowo tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi plastik sehingga kubu Prabowo ikut menyebarkan hoax penganiayaan Ratna.

"Rakyat melihatlah mana yang sebenarnya berbicara hal-hal yang positif membangun negeri ini dengan kerja keras, dengan tetesan keringat, mana yang retorika. Tapi namanya pemimpin di dalam memilih diksi pun seharusnya juga hati-hati karena kalau kita membodoh-bodohkan bangsa ini, sistem ekonomi bangsa ini, rakyat yang justru akan bertindak sebaliknya," ungkap Hasto.


Sebelumnya, pernyataan sistem ekonomi Indonesia kebodohan disampaikan Prabowo dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta Timur, Kamis (11/10). Istilah 'ekonomi kebodohan' disebut Prabowo karena ia mengklaim jutaan hektare tanah dikuasai swasta.

"Tapi kita lihat sekarang jutaan hektare tanah kita dikuasai oleh perusahaan swasta. Mereka bawa uangnya ke luar negeri. Ini menurut saya bukan ekonomi neolib lagi, ini lebih parah dari neolib. Ini harus istilah baru dari neolib ini, menurut saya 'ekonomi kebodohan'. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," kata Prabowo.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed