DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 17:25 WIB

Cerita Eks Pimpinan KPK di Balik Penyerahan Diri Eddy Sindoro

Haris Fadhil - detikNews
Cerita Eks Pimpinan KPK di Balik Penyerahan Diri Eddy Sindoro Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki ikut terlibat dalam penyerahan diri tersangka suap Eddy Sindoro. Bagaimana ceritanya?

Ruki mengaku sempat dihubungi oleh salah satu jaringannya terkait rencana penyerahan diri Eddy. Saat itu, Ruki mengatakan jika Eddy ingin menyerahkan diri maka bisa langsung datang ke KPK.


"Kurang lebih 2 minggu lalu, atau sekitar 20 hari lalu. Saya dihubungi jaringan saya, yang mengatakan bahwa seorang tersangka, DPO KPK, ESI (Eddy Sindoro) berkeinginan menyerahkan diri kepada KPK. Saya polos aja, saya bilang kalau mau menyerahkan diri, ya, datang saja ke KPK, menyerahkan diri. Karena saya kasus pun tidak tahu, karena ini setelah saya keluar," kata Ruki di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Dia mengatakan jaringannya tersebut menyatakan Eddy ingin dipandu supaya bisa menyerahkan diri. Ruki kemudian mengoordinasikan hal itu ke KPK.

"Saya koordinasi dengan KPK. Saya tanya kasusnya apa sih? Kasusnya begini pak. Yang telah dilakukan apa? Terus kalau orangnya ini mau menyerahkan diri harus bagaimana? Dibilang, kalau ada di Indonesia, ya, datang aja ke kantor," papar Ruki.

"Kalau di luar negeri, ya, serahkan diri dengan kedutaan besar setempat. Nanti kedutaan besar akan mengontak KPK nanti petugas KPK mengirimkan petugas ke sana. Baiklah, saya sampaikan ke orang yang mengubungi saya tadi," sambungnya.


Informasi yang Ruki terima, Eddy ternyata berada di Singapura. Mantan anggota DPR RI itu lalu berkoordinasi dengan Polri.

"Ternyata yang bersangkutan adanya di Singapura. Saya telepon atase kepolisian RI di Singapura, saya katakan, 'ada orang namanya ini tolong di-handling, dibantu untuk kepentingan penegakan hukum'," terangnya.

Ruki memastikan bukan bertindak sebagai mediator dalam proses penyerahan diri Eddy. Dia mengklaim hanya menyalurkan informasi yang didapatnya dari jaringannya ke KPK.

Eddy kini telah berada di KPK. Dia sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap yang disangkakan kepadanya.


Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan Eddy Sindoro, dalam pelariannya, berpindah-pindah di 4 negara yaitu Bangkok, Malaysia, Singapura, dan Myanmar. Namun saat ini Eddy Sindoro sudah berada di KPK untuk menjalani pemeriksaan selepas menyerahkan diri.

Eddy Sindoro dijerat KPK sebagai tersangka sejak tahun 2016. Dia diduga berperan memberikan arahan dalam pemberian suap yang dilakukan seorang swasta bernama Doddy Ariyanto Supeno kepada Edy Nasution yang saat itu menjabat sebagai panitera sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Di putusan Edy Nasution, Eddy Sindoro disebut sebagai Presiden Komisaris Lippo Group.

Baik Doddy maupun Edy Nasution sudah menjalani hukuman. Doddy menjalani hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan, sedangkan Edy Nasution harus meringkuk di penjara selama 8 tahun dan membayar denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.
(haf/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed