detikNews
Jumat 19 Agustus 2005, 16:55 WIB

SP1 Buat Djoko Edhi Abdurrahman

- detikNews
Jakarta - Anggota DPR Djoko Edhi Abdurrahman Sutjipto mulai dikenal publik. Gaya khasnya bicara ceplas-ceplos membuat dia makin terkenal. Kini, anggota DPR itu mendapat surat peringatan pertama (SP1) dari partainya, Partai Amanat Nasional (PAN). Mengapa? Djoko Edhi menerima \'surat cinta\' itu, Selasa, 16 Agustus 2005, sehari sebelum Indonesia memperingati HUT Kemerdekaannya yang ke-60. Djoko Edhi cukup kaget dengan surat peringatan ini. \"Seharusnya, order dari DPP itu surat teguran. Tapi, dari fraksi yang turun malah surat peringatan pertama,\" sesal Djoko Edhi saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (19/8/2005). Menurut dia, surat teguran dan surat peringatan itu sangat berbeda. Surat teguran tidak memiliki kekuatan hukum, sedangkan surat peringatan memiliki kekuatan hukum, karena diatur dalam AD/ART PAN. \"Konsekuensi dari surat peringatan ya seperti yang terjadi pada Fuad Bawazier,\" kata anggota Komisi III DPR ini. Untuk diketahui, setelah mendapat surat peringatan, Fuad hengkang dari PAN dan DPR. Djoko Edhi mengatakan, order dari DPP PAN kepada Fraksi PAN adalah surat teguran, karena dirinya dianggap mempromosikan kenaikan anggaran DPR. Tapi, fraksi malah mengeluarkan SP1. \"SP1 itu berbahaya bagi PAN. Tak ada peringatan saja sebagian besar anggota DPR sudah takut bicara, kini malah ditakut-takuti lagi,\" kata Djoko dalam SMS-nya yang beredar di kalangan wartawan.Nama Djoko Edhi makin terkenal karena sering membocorkan sesuatu yang menarik ke pers. Sebagai contoh, dia menengarai adanya indikasi penyelewengan keuangan dalam kunjungan Komisi III ke Bali. Buntutnya, Djoko Edhi sempat bersitegang dengan Wakil Ketua Komisi III dari Partai Golkar, Akil Mochtar. Edhi juga pernah menengarai adanya dugaan korupsi di Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Depkum dan HAM. Buntutnya, Imigrasi menggugat anggota DPR berambut panjang yang sering berpenampilan nyentrik ini ke pengadilan dengan tuduhan mencemarkan fitnah dan nama baik. Sementara itu, Ketua Fraksi PAN Abdillah Thoha saat dihubungi detikcom, Jumat (19/8/2005) tidak mau berkomentar tentang pemberian SP1 kepada Djoko Edhi. \"Tanya Pak Djoko Edhi. Itu intern partai. Saya tak mau menjawab pertanyaan itu, nggak enak,\" ungkap dia.


(asy/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com