DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 09:54 WIB

Politikus PSI Diperiksa Soal Pelaporan 'Potong Bebek Angsa PKI' Fadli

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Politikus PSI Diperiksa Soal Pelaporan Potong Bebek Angsa PKI Fadli Foto: Rian Ernest (Wildan/detikcom)
Jakarta - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest memenuhi panggilan Bareskrim Polri. Panggilan itu terkait pelaporan Ernest terhadap Fadli Zon yang memposting video dengan lagu 'Potong Bebek Angsa PKI' di akun Twitternya.

Pantauan detikcom di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018), Rian Ernest tiba pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan ini terkait laporannya soal Fadli Zon ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/B/1189/IX/2018/BARESKRIM tanggal 25 Sepetember 2018.

"Sebagai tindak lanjut laporan saya kepada Fadli saya diundang oleh teman penyidik di Cybercrime Mabes Polri untuk diperiksa. Sebenarnya bukan diperiksa tapi lebih ke wawancara interview karena saya pelapornya," kata Ernest kepada wartawan di lokasi.



Pemanggilan ini disebutnya sebagai pemanggilan pertama. Ia juga tidak membawa bukti-bukti baru hari ini. Ia hanya membawa bukti lama seperti saat melaporkan Fadli ke Bareskrim.

"(Akan berikan keterangan ke penyidik) paling mengulang kembali apa yang saya laporkan, misalkan cuitan Bang Fadlii tanggal 21, jam berapa, apa saja cuitanya gitu lalu kenapa saya melaporkan," ucap mantan staf Ahok ini.

Ernest berharap pihak kepolisian dapat profesional menyelesaikan kasus itu. Ia juga berharap agar Fadli Zon tidak menyebar kabar-kabar yang bisa membuat keonaran lagi.

"Karena saya ingin praktek penyebaran kabar nggak benar dan berita menyesatkan ini karena saya ingin setop, ya saya lapor kemarin. Saya bersyukur juga ada tindak lanjutnya tapi hasilnya nanti apa kita serahkan aja. Itu kapasitas teman-teman cybercrime lagi cari tindak pidananya," kata Ernest.



Ia juga merasa muak atas tingkal Fadli Zon. Menurutnya, seorang petinggi DPR tidak boleh berprilaku seperti itu. Sebelum melaporkan Fadli, Ernest juga menyebut sempat berdiskusi dengan Fadli disalah satu acara di stasiun televisi.

"Jadi dialog saya dengan Bung Fadli beliau bersikukuh ini kan kreatifitas. Saya sampaikan ke Bung Fadli, kalau kreatifitas nggak ada batas, anarkis dong. Kalau saya lagi bad mood hari ini ada tembok kosong saya pilox ajalah kalau disetop Pol PP saya bilang, eh Pol PP jangan ganggu saya, ini saya lagi salurkan kreatifitas. Apa mau begitu pola pikir ketua DPR?, kan enggak," ungkap Ernest.



Sebelumnya diberitakan, Fadli di Twitter mem-posting video yang menampilkan 3 pria dan 6 perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin. Mereka membentuk formasi tarian.

Mereka berjoget diiringi lagu yang berisi sindiran politik tajam. Sepotong lirik lagu itu diambil dari editan lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' ala Fadli Zon. Secara keseluruhan, lagu itu memuat lirik berisi sindiran tajam kepada lawan politik Prabowo-Sandi.


Simak Juga 'Dipolisikan PSI, Fadli Zon: Masalah Enteng':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed