DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 17:21 WIB

Ragam Salah Bahasa dan Kata Campuran Temuan Ombudsman

Zunita Amalia Putri - detikNews
Ragam Salah Bahasa dan Kata Campuran Temuan Ombudsman Gedung Ombudsman (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ombudsman menemukan sejumlah kesalahan penggunaan bahasa yang ditemukan di tempat layanan publik. Kesalahan tersebut mulai penggunaan bahasa Indonesia yang salah hingga pencampuran dengan bahasa asing.

"Kesalahan penulisan informasi publik di kantor pelayanan publik tidak hanya terjadi dengan adanya salah cetak oleh percetakan, akan tetapi kekuranganpahaman dan keterbatasan informasi pejabat publik atas penggunaan bahasa yang tertib dan patuh," ujar Asisten Kajian Sistemik Ombudsman, Diani Indah Rahmitasari, memaparkan hasil survei di gedung Ombudsman, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).




Berikut temuan Ombudsman mengenai kesalahan penggunaan bahasa:


1. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Selatan, menulis kata 'Dilegalisier' pada salah satu pamflet yang diletakkan di sana. Seharusnya kata tersebut adalah 'Dilegalisir'

2. Satlantas Polres Cilegon, menulis 'Bila Anda Puas Sampaikan Kepada, Sahabat & Handai Taulan, Bila Tidak Puas Hubungi Kami Kasat Lantas'

3. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, menulis 'Sanksi' menjadi 'Sangsi'.

4. Polresta Gorontalo menulis 'layanan disabilitas' menjadi 'layanan dishabilitas'

Temuan mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang dicampur bahasa asing:

1. Satpas Sim Kepolisian Resor Musi, Sumsel, menulis 'coaching clinic kami siap membimbing anda dalam pembuatan sim'

2. Dinas Kesehatan Kab Kediri, Jawa Timur, menulis 'Pelayanan Hypnotheraphy'

3. Satlantas Polres Takalar, Sumsel, menulis 'complain masyarakat, khusus pemohon'

4. Lalu ada penulisan di salah satu kantor kepolisian di Riau menulis 'commander wish' di pamflet yang terpajang di kantor polisi tersebut.

Selain itu, berikut contoh kesalahan pencampuran penggunaan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah:

1. Dinas Lingkungan Hidup Bangli, Bali, menulis 'Swanam Parama Dharmah peraturan Bupati Bangli Nomor 13 Tahun 2014 Melayani Dengan 3S (Senyum, Sapa, Salalam).

2. Polres Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan menulis 'kami berikan gasan pian sabarataan'.


(zap/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed