DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 14:38 WIB

Hanura soal Prabowo 'Dikepung': Desperate

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Hanura soal Prabowo Dikepung: Desperate Prabowo Subianto/Foto: Syahdan Alamsyah
Jakarta - Hanura mengomentari pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang menyebut sang Ketum, Prabowo Subianto dikepung pada pencapresan 2019. Menurut Hanura, pernyataan itu menunjukkan sikap putus asa para kader Gerindra.

"Desperate! Itulah jeritan hati kader-kader Prabowo yang diekspresikan oleh Sekjen Gerindra, yakni Muzani," ujar Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir dalam keterangannya, Kamis (11/10/2018).

Inas menilai, kader-kader Gerindra putus asa karena telah ditinggal partai-partai yang dulu mengusung dan mendukung Prabowo pada Pilpres 2014. Selain itu, keputus-asaan juga bersumber dari kekecewaan ditinggal kepala daerah yang diusung partai dan parpol koalisinya.





"Kecewa ditinggal kepala-kepala daerah yang diusung Gerindra/PKS/PAN/Demokrat yang malahan lari ke Jokowi-Maruf," katanya.

Inas juga menyoroti pernyataan Muzani yang mencontohkan Pilpres 2009 terkait pengerahan kepala daerah. Dia menilai janggal, sebab Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) itu tak menyinggung Pilpres 2014.

"Heran-nya kenapa Muzani melewatkan Pilpres 2014? Padahal saat itu kubu Prabowo memanfaatkan betul kepala-kepala daerah yang diusung oleh partai-partai pendukung Prabowo," ujar anggota Tim Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu.

Tak hanya itu, Inas juga menyinggung rumor terkait cawapres Prabowo, Sandiaga Uno yang santer disebut enggan membiayai logistik kampanye. Hal itu, katanya, kemudian menimbulkan kekecewaan dari parpol koalisi.





"Rumornya bahwa Sandi ogah membiayai suluruh logistik kampanye sehingga partai-partai pengusung-pun ikut-ikutan kecewa, apalagi isu mahar Rp 500 milyar ternyata hanya isapan jempol belaka karena katanya sih, dosa aja ogah dia bagi, apalagi duit," tuturnya.

Partai Gerindra menyebut Pilpres 2019 adalah yang terberat bagi Prabowo Subianto. Gerindra mengatakan sang ketum terasa dikepung di pencapresan kali ini.

'Kepungan' yang dimaksud bersumber dari hasil berbagai lembaga survei, pengarahan kepala daerah untuk mendukung Jokowi. Kemudian para pengusaha yang takut mendukung Prabowo-Sandi.


Simak Juga 'Prabowo: Ada yang Minta Saya Pidato Jangan Keras-keras':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed